Arus maritim yang aman dan tanpa hambatan ... tetap vital bagi kesejahteraan ekonomi global
New Delhi (ANTARA) - India meminta terwujudnya jalur pelayaran tanpa hambatan melalui Selat Hormuz pada pertemuan urusan luar negeri BRICS, Kamis (14/5), di tengah perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, yang merupakan anggota organisasi BRICS.
New Delhi menjadi tuan rumah bagi para menteri luar negeri (menlu) dari blok negara-negara berkembang, yang dihadiri menlu anggota BRICS dan delegasi dari negara-negara mitra. Menlu Iran Abbas Araghchi pun menghadiri pertemuan tersebut.
Menlu India S. Jaishankar dalam pertemuan tersebut, Kamis, mengatakan konflik di Timur Tengah memerlukan perhatian khusus karena ketegangan berkelanjutan berisiko terhadap lalu lintas maritim dan gangguan terhadap infrastruktur energi.
Baca juga: Araghchi tegaskan Iran tak akan menyerah pada ancaman
"Arus maritim yang aman dan tanpa hambatan melalui jalur air internasional, termasuk Selat Hormuz dan Laut Merah, tetap vital bagi kesejahteraan ekonomi global," kata Menlu Jaishankar.
Ketegangan regional meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari hingga memicu aksi balasan dari Iran terhadap Israel serta sekutu Amerika di Teluk serta penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata sebenarnya telah berlaku sejak 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Menlu Sugiono serukan BRICS aktif dalam menjaga perdamaian global
Baca juga: Menlu India: Dunia berharap BRICS mainkan peran konstruktif
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.