Indonesia-Belanda capai kesepakatan bisnis 606 juta dolar AS

Indonesia-Belanda capai kesepakatan bisnis 606 juta dolar AS

Kepala BKPM Franky Sibarani (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Kesepakatan ini menguatkan posisi Belanda sebagai negara sumber investasi utama. Sekaligus sesuai dengan upaya pemerintah menjadikan investasi sebagai salah satu penggerak ekonomi,"
Den Haag (ANTARA News) - Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat empat kesepakatan bisnis dengan nilai keseluruhan 606 juta dolar AS ditandatangani dalam Forum Bisnis Indonesia dan Belanda di Den Haag, Jumat.

Kepala BKPM Franky Sibarani yang menyaksikan penandatanganan kesepakatan menyambut positif empat kesepakatan terkait dengan investasi sehingga dapat memberikan "multiplier effect" terhadap perekonomian.

"Kesepakatan ini menguatkan posisi Belanda sebagai negara sumber investasi utama. Sekaligus sesuai dengan upaya pemerintah menjadikan investasi sebagai salah satu penggerak ekonomi," kata Franky usai acara forum bisnis di Den Haag Belanda.

Empat kesepakatan bisnis yang ditandatangani meliputi sektor energi terbarukan dan infrastruktur sebesar 600 juta dolar AS, industri solar panel 185 juta dolar AS, agribisnis senilai 10 juta dolar AS, dan pengembangan SDM Maritim 11,2 juta dolar AS.

"Sektor infrastruktur, energi terbarukan, agribisnis dan industri merupakan sektor prioritas pemerintah. Kami positif dengan kerjasama di sektor-sektor tersebut," ujar Franky.

Dalam forum bisnis yang dihadiri lebih dari 300 kalangan pebisnis Belanda tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan pidato. Presiden menekankan tentang upaya pemerintah mendorong perekonomian melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan investasi.

Sementara itu, Kepala BKPM Franky Sibarani yang menjadi salah satu panelis memaparkan tentang reformasi layanan investasi yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah perubahan BKPM dari rezim perizinan menjadi rezim pelayanan.

"Salah satu implementasi rezim pelayanan adalah BKPM menjadi one stop shop untuk investasi, di mana investor Belanda yang ingin berinvestasi cukup datang ke kantor BKPM untuk memperoleh seluruh layanan terkait," jelasnya.

Dari data BKPM, untuk periode 2010-2015 realisasi investasi dari Belanda mencapai Rp70 triliun atau berada di peringkat keenam daftar peringkat realisasi investasi per negara. Nilai realisasi Belanda tersebut diatas Inggris yang berada pada posisi 16 dengan nilai realisasi mencapai Rp31 triliun.

Belanda masuk dalam tujuh negara Eropa yang menjadi prioritas pemasaran investasi BKPM. Merujuk data BKPM terkait dengan komitmen investasi dari negara-negara Eropa pada bulan Januari 2016 mencapai Rp6,53 Triliun, naik hampir 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp670 miliar.

Kenaikan komitmen investasi Eropa tersebut melanjutkan trend positif tahun 2015, di mana komitmen investasi Eropa sepanjang tahun 2015 mengalami kenaikan 16 persen menjadi Rp37,3 triliun dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp32,2 triliun.

Pewarta: Agus Salim
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Kunjungi UGM, Ratu Belanda silangkan anggrek endemik Merapi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar