Jalan nasional di Solok Selatan tertimbun tanah

Jalan nasional di Solok Selatan tertimbun tanah

Tim SAR dibantu warga mengunakan alat seadanya mencari korban tanah longsor di Jorong Taratak Tinggi, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumater Barat, Selasa (9/2/16). (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/ama/16)

Padang Aro (ANTARA News) - Hujan yang melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, sejak Jumat sore hingga malam menyebabkan jalan nasional dilanda tanah longsor dan terendam air, dan tidak mengakibatkan korban jiwa serta tidak merusak rumah warga.

Wali Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Novera Wandra, saat dihubungi Jumat malam, menyebutkan dari laporan warganya terdapat sejumlah longsoran tanah dan luapan sungai kecil di sepanjang jalan nasional yang melintasi daerah itu.

Ia menyebutkan, longsoran material terjadi di daerah Batuang Bajawek. Longsoran material akibat pembukaan jalan ini mengakibatkan jalan nasional tertimbun lumpur serta bebatuan.

"Tanah dari pembukaan jalan itu terus tergerus oleh air. Selain itu, saluran air lebih tinggi dari jalan dan polongan air sudah tertimbun oleh lumpur dan batu sehingga air melimpah ke jalan," katanya.

Dia menambahkan, sekitar satu hektare lahan persawahan warga yang baru ditanami padi yang juga berada di daerah Batuang Bajawek, terendam banjir dan tertimbun lumpur yang dibawa air.

"Sungai kecil yang berada di daerah itu meluap karena pendangkalan, sehingga air meluap ke sawah warga dan jalan nasional," katanya.

Di daerah Pinang Balirik, katanya, sungai kecil yang berada di daerah itu tidak mampu menampung air dan melimpah ke jalan nasional.

"Kondisi serupa juga di dekat Pasar Sungai Kalu. Air melimpah ke jalan nasional karena adanya gorong-gorong yang tersumbat material. Luapan air dari sungai kecil itu bukan hanya terjadi saat hujan," katanya.

Terkait kondisi itu, sebutnya, pihaknya telah melaporkannya ke pemerintah provinsi. Namun, karena jalan tersebut kini telah naik status menjadi jalan nasional, maka kewenangannya berada pada pemerintah pusat.

"Kami berharap segera ada tindak lanjutnya," katanya.

Ia menambahkan, longsoran material dan luapan sungai kecil itu tidak menyebabkan kerusakan rumah warga dan korban jiwa.

Sementara Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Sumardianto menyebutkan terkait hujan yang melanda daerah pada Jumat sore hingga malam, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya bencana alam.

"Saya belum dapat laporan adanya bencana alam. Nanti kalau ada laporan, akan kami teruskan ke rekan-rekan wartawan," katanya.

Pewarta: Agung Pambudi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar