Tokyo (ANTARA) - Wakil Menteri Pertahanan Parlemen Jepang, Youhei Wakabayashi, mengatakan bahwa sistem satelit pengumpul informasi negara itu, "konstelasi satelit," telah beroperasi sejak April, untuk memastikan efektivitas rudal jarak jauh yang digunakan sebagai bagian dari "kemampuan serangan balasan" Jepang.

Sebagaimana dilaporkan Kyodo News, Kamis, Wakabayashi menyampaikan pernyataan tersebut dalam rapat Komite Kabinet di Majelis Tinggi Jepang.

Para analis mengatakan "konstelasi satelit" itu berfungsi layaknya "mata" bagi rudal jarak jauh, membantu mengidentifikasi dan memantau target serangan.

Pada 31 Maret tahun ini, Jepang secara resmi menempatkan rudal berpemandu darat-ke-kapal Tipe 12 yang telah ditingkatkan di Prefektur Kumamoto.

Dengan jangkauan sekitar 1.000 kilometer, rudal tersebut mampu menjangkau wilayah jauh di luar batas teritorial Jepang dan memiliki kemampuan serang yang jelas. Langkah itu terus memicu kekhawatiran dan penolakan kuat di Jepang.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.