Tujuan utama kegiatan ini adalah memilih generasi muda terbaik yang akan menjadi pasukan pengibar bendera pada upacara HUT RI di Gedung Joang

Jakarta (ANTARA) - Purna Paskibra Gedung Joang 45 mengadakan seleksi terhadap pelajar kelas 7 dan 8 sekolah menengah pertama dan sederajat, untuk menjadi pasukan pengibar bendera (paskibra) pada upacara 17 Agustus di Museum Joang 45, Jakarta.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memilih generasi muda terbaik yang akan menjadi pasukan pengibar bendera pada upacara HUT RI di Gedung Joang,” ujar Ketua Umum Purna Paskibra Gedung Joang 45, Citra Ratih Indriani dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Selain itu, dia mengatakan seleksi tersebut bertujuan untuk membentuk karakter anak-anak yang memiliki semangat nasionalisme, disiplin, mental kuat, dan semangat kompetisi yang sehat.

Baca juga: Mendikdasmen: Paskibra Hardiknas cermin semangat pendidikan nasional

Suasana seleksi untuk menjadi pasukan pengibar bendera pada upacara 17 Agustus di Museum Joang 45, Jakarta. ANTARA/HO-Purna Paskibra Gedung Joang 45/aa.

Sementara itu, dia mengatakan jumlah pendaftar pada tahun ini mencapai 224 siswa dari 43 sekolah di Jakarta, dan satu sekolah dari Bekasi, Jawa Barat.

Dari 224 pendaftar tersebut, sebanyak 124 peserta dinyatakan lolos administrasi untuk seleksi secara tatap muka.

Selanjutnya, 115 dari 124 peserta mengikuti seleksi tahap pertama pada 16 Mei 2026. Namun demikian, hanya 61 peserta yang berhasil lolos untuk menjalani seleksi pada Minggu (17/5) ini.

Menurut Citra, seleksi dilakukan secara ketat untuk mendapatkan peserta terbaik yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan akademik dan karakter kepemimpinan yang baik.

Baca juga: Anak pekerja migran di Malaysia pimpin upacara Hardiknas di Jakarta

Suasana seleksi untuk menjadi pasukan pengibar bendera pada upacara 17 Agustus di Museum Joang 45, Jakarta. ANTARA/HO-Purna Paskibra Gedung Joang 45/aa.

“Kriteria yang kami cari adalah peserta dengan postur ideal, kemampuan fisik yang baik, keterampilan baris-berbaris, serta kemampuan akademik yang bagus, karena nantinya mereka akan menjadi representasi generasi muda yang disiplin dan berkarakter,” katanya.

Adapun tahapan seleksi meliputi pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah, tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata minus dan buta warna, hingga pengecekan postur tubuh.

Selain itu, peserta juga menjalani tes wawasan kebangsaan, ketahanan fisik, hingga kemampuan peraturan baris-berbaris.

Baca juga: Dua paskibraka istana terima beasiswa Rp100 Juta

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.