Buku mungkin memiliki halaman terakhir, tetapi ilmu pengetahuan dan martabat sebuah bangsa tidak boleh mengenal kata akhir

Jakarta (ANTARA) - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menegaskan komitmennya menjadikan literasi sebagai fondasi pembangunan manusia dan martabat bangsa dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 sekaligus Hari Buku Nasional yang digelar di Jakarta, Minggu.

Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz mengatakan peringatan HUT ke-46 ini bukan sekadar perayaan institusional, melainkan penegasan kembali peran perpustakaan sebagai ruang pengetahuan, kebudayaan, dan masa depan bangsa.

"Perpustakaan harus terus hadir menjawab perubahan zaman tanpa kehilangan akar sejarah dan identitas kebangsaan. Hari ini kita mensyukuri 46 tahun perjalanan Perpusnas yang bukan sekadar perayaan angka, melainkan refleksi atas upaya tak henti dalam menjaga nyala api pengetahuan agar tetap abadi di bumi Nusantara," ujar Aminudin.

Mengusung tema "46 Tahun Perpusnas: Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa" momentum ini menjadi refleksi perjalanan Perpusnas dalam menjaga warisan pengetahuan sekaligus memperkuat transformasi literasi di era digital.

Baca juga: HUT ke-46, Perpusnas gelar Literacy Run budayakan baca dan hidup sehat

Aminudin menegaskan perpustakaan tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi dituntut menjadi wahana pengembangan kreativitas, ruang pembelajaran sepanjang hayat, sekaligus pusat penguatan literasi nasional.

"Sejarah dan masa depan tidak boleh dipisahkan oleh sekat teknologi. Dalam semangat merawat pustaka, kita berkomitmen menjaga setiap jengkal akar budaya, seperti kearifan dalam naskah lontar dan aksara kuno, sebagai fondasi martabat kita sebagai bangsa yang besar," paparnya.

Namun demikian, menurutnya, Perpusnas sebagai penggerak literasi bangsa juga perlu tidak lagi ragu untuk berlari kencang memeluk digitalisasi demi memastikan kedaulatan intelektual Indonesia tetap tegak pada masa depan.

Baca juga: Hari Buku Nasional, Khofifah serukan membaca jadi gaya hidup anak muda

Dalam momentum Hari Buku Nasional, Perpusnas juga meluncurkan dua buku bunga rampai reflektif berjudul "46 Tahun Perpusnas Menyemai Harapan, Membangun Literasi Indonesia" dan "46 Tahun Perpusnas Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa".

Perpusnas saat ini mengarahkan kebijakan pada penguatan layanan perpustakaan, peningkatan kualitas bahan bacaan bermutu, serta perluasan akses digital dan layanan berbasis inklusi sosial.

Aminudin buku dan pengetahuan harus terus hidup melampaui zaman. "Buku mungkin memiliki halaman terakhir, tetapi ilmu pengetahuan dan martabat sebuah bangsa tidak boleh mengenal kata akhir," ucap Aminudin Aziz.

Baca juga: Perpustakaan: Dapur peradaban di era digital

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.