Untuk memenuhi kebutuhan tersebut ada ruang yang perlu dikorbankan, seperti lahan pertanian produktif di Kabupaten Tabanan

Tabanan (ANTARA) - Gemerlap pariwisata di Pulau Dewata semakin hari semakin banyak mendatangkan dampak. Dari pertumbuhan ekonomi yang semakin menguat sampai fakta bahwa sarana pendukungnya semakin meningkat sehingga ada yang perlu dikorbankan.

Pada sisi pertumbuhan ekonomi, Badan Pusat Statistik Provinsi Bali memotret sepanjang 2025 pertumbuhan ekonomi di angka 5,82 persen dengan lapangan usaha kategori penyediaan akomodasi dan makan minum sebagai tulang punggungnya.

Peluang dari sektor tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan akan sarana pariwisata, mulai dari akomodasi baik hotel, vila, penginapan; tempat makan atau kuliner; hingga usaha jasa.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut ada ruang yang perlu dikorbankan, seperti lahan pertanian produktif di Kabupaten Tabanan, lumbung padinya Bali yang belakangan makin diincar untuk pembangunan.

Para petani yang masih aktif panen tiga kali setahun mulai dihadapkan dengan derasnya alih fungsi lahan. Hanya kepastian penyerapan gabah dan kepedulian terhadap masa depan yang masih jadi pertimbangan mereka bertahan.

Petani di Tabanan, Bali, Minggu (17/5/2026), mengumpulkan gabah kering panen untuk dijual ke Bulog. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

Setia bertani

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.