Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pengguna transportasi laut untuk mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 2,5 meter di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (18/3) hingga Kamis (21/5).

“Waspadai potensi gelombang laut dengan tinggi mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah NTT pada 18-21 Mei 2026,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga dalam keterangannya di Kupang, Senin.

Baca juga: BMKG: Waspadai gelombang 2,5 meter di laut NTT hingga 19 Maret 2026

Ia menjelaskan potensi tinggi gelombang 1,25 meter-2,5 meter dapat terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Alor, Selat Pantar, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, dan Selat Ombai.

Potensi serupa juga dapat terjadi di wilayah perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan selatan Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Timor-Rote, dan perairan Taman Nasional Komodo.

Ia menyebutkan secara sinoptik pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah timur laut menuju tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot.

Adapun kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, dan perairan selatan Timor-Rote.

Kondisi angin kencang tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut wilayah perairan NTT. Untuk itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai Senin (18/5) sampai Kamis (21/5).

BMKG mengimbau kepada pengguna perahu nelayan meningkatkan kewaspadaan bila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.

Baca juga: BMKG: Waspadai gelombang empat meter di perairan Jawa, Bali, NTB

Baca juga: BMKG: Waspada gelombang 2,5 meter di laut NTT hingga 19 Februari 2026

Sementara itu, bagi operator kapal tongkang diminta waspada apabila kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Yandri meminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir sekitar perairan terdampak, untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi serta terus mengikuti perkembangan informasi terkini dari BMKG.

Ia mengatakan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir sekitar perairan terdampak diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi serta terus mengikuti perkembangan informasi terkini dari BMKG.

Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.