Akses yang bisa dilalui hanya dengan berjalan kaki dan aktivitas sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 2 terhambat akibat jembatan putus tersebut
Sigi (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendata ada dua desa yakni Mataue dan Boladangko, Kecamatan Kulawi, terdampak banjir dan hingga saat ini wilayah tersebut masih terisolir.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto mengatakan untuk di Desa Mataue terdapat satu jembatan penghubung Desa Bolapapu, Dusun 1, menuju Desa Mataue, Dusun 2, terputus.
"Akses yang bisa dilalui hanya dengan berjalan kaki dan aktivitas sebanyak 30 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 2 terhambat akibat jembatan putus tersebut," kata Asbudianto di Palu, Senin.
Ia mengemukakan terdapat 16 orang kelompok rentan masih terisolir di Dusun 2 Desa Mataue, terdiri dari balita (4), lansia (9), dan disabilitas (3).
Baca juga: Pemkab Sigi tetapkan status tanggap darurat bencana banjir di Kulawi
Sedangkan di Desa Boladangko akses jalan menuju fasilitas umum seperti kantor desa, Sekolah Dasar (SD), TK, dan gereja mengalami hambatan akibat tertutup material banjir.
"Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi disebabkan banjir tersebut, namun kebutuhan mendesak seperti alat berat untuk membersihkan sisa material banjir serta pembuatan jembatan darurat dan bronjong," ucapnya.
Ia menuturkan hingga saat ini aktivitas masyarakat di Dusun 2 Desa Mataue masih terganggu disebabkan jembatan penghubung terputus.
"Untuk aparat Desa Boladangko bersama masyarakat setempat sudah melakukan pembersihan material secara mandiri agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal," sebutnya.
Baca juga: Pemkab Sigi turunkan alat berat atasi dampak banjir Kulawi
Menurut dia, saat ini akses jalan di Desa Boladangko sudah dapat dilalui kendaraan bermotor apabila kondisi arus sungai dalam keadaan normal.
Sementara itu Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyebutkan sudah memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan BPBD setempat untuk membersihkan sisa material banjir di dua desa tersebut.
"Sudah saya minta alat berat untuk pembuatan jembatan darurat termasuk bronjong di Kulawi agar tidak terjadi banjir susulan di daerah tersebut," kata Rizal.
Diketahui banjir tersebut terjadi pada Minggu (17/5) dini hari akibat debit air sungai di Desa Mataue dan Desa Boladangko meningkat, sehingga menyebabkan satu jembatan penghubung antar dusun di Desa Mataue terputus.
Baca juga: BPBD catat tiga desa terdampak banjir di Kabupaten Sigi
Pewarta: Moh Salam
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.