Natuna (ANTARA) - Setiap 10 Mei, Perum Bulog memperingati hari jadinya. Umumnya, perayaan ulang tahun identik dengan menerima hadiah dari orang lain. Namun, hal itu berbeda dengan badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang logistik ini.
Di usia yang ke-59 tahun, Perum Bulog menghadiahi secercah harapan bagi masyarakat Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, melalui penyediaan minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp17.500 per liter.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian mengatakan pihaknya ditugaskan sebagai penyalur sejak Januari 2026 oleh Pemerintah Pusat, namun penyaluran baru bisa dimulai pada Februari karena minyak baru tiba di Natuna dan masuk ke gudang di bulan tersebut.
Minyak goreng yang disalurkan merupakan merek Minyakita dalam kemasan. Pendistribusian ke masyarakat dilakukan melalui toko-toko yang telah terdaftar sebagai mitra Perum Bulog di Natuna.
Kebijakan tersebut diterapkan agar distribusi minyak goreng subsidi melalui skema domestic market obligation (DMO) dapat tepat sasaran dan mudah dipantau. Saat ini, tercatat sebanyak 96 toko di Natuna telah menjadi mitra Perum Bulog untuk menyalurkan minyak goreng kepada masyarakat.
Kehadiran komoditas ini menjadi jawaban atas keresahan masyarakat yang selama ini harus menghadapi tingginya harga minyak goreng. Di Natuna, harga minyak goreng, bahkan bisa mencapai Rp20.000 per liter.
Selisih harga tersebut dinilai wajar karena minyak goreng harus didatangkan dari luar daerah. Untuk sampai ke Natuna komoditas ini harus menempuh perjalanan panjang, yakni melewati dua kali jalur darat dan satu kali jalur laut, sebelum akhirnya sampai ke tangan masyarakat.
Meski selisih harganya terlihat tidak terlalu besar, dampaknya sangat terasa bagi warga Natuna, terutama bagi keluarga kecil yang setiap hari bergantung pada minyak goreng untuk kebutuhan rumah tangga.
Hal itu dirasakan oleh Lina, seorang ibu rumah tangga di Natuna. Baginya, minyak goreng bukan sekadar kebutuhan dapur, melainkan juga bagian penting dalam menjaga kestabilan ekonomi keluarga.
Setiap hari, Lina menggunakan minyak goreng untuk memasak makanan bagi suami dan dua anaknya. Setelah hadirnya program Minyakita dengan harga Rp17.500 per liter, ia mampu menghemat sekitar Rp18.000 setiap bulan.
Penghematan tersebut tidak hanya disebabkan oleh harga yang lebih terjangkau, tetapi juga karena akses mendapatkan minyak goreng, kini jauh lebih mudah, karena produk itu sudah tersedia di banyak toko di sekitar tempat tinggal dirinya.
Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.