Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengemukakan bahwa dalam kebijakan permuseuman terdapat empat landasan sebagai upaya menghidupkan pengetahuan termasuk sejarah lewat museum.
“Kebijakan permuseuman berdiri setidaknya ada empat landasan, pertama museum sebagai instrumen pembentuk jati diri dan identitas bangsa,” kata Fadli dalam orasi budaya dalam rangka Hari Museum Internasional yang digelar di Museum Nasional di Jakarta, Senin.
Menurutnya, bangsa yang besar tak hanya ditentukan infrastruktur fisik, melainkan kemampuan menjaga warisan dan transmisi lintas generasi sehingga sejarah senantiasa hidup dan berkembang.
Lewat museum, kata dia, warisan sejarah bisa diperkuat menjadi narasi kebangsaan dan kepercayaan diri serta membantu bangsa menegakkan pondasi sejarah dan peradaban.
Baca juga: Harapan dan kegelisahan di Balai Pemuda
Baca juga: Kementerian Kebudayaan ingin talenta perfilman punya ruang tumbuh
“Inilah peran museum dalam reinventing Indonesian Identity, menemukan kembali identitas nasional kita,” jelasnya.
Kemudian museum menjadi ruang publik untuk belajar mendengarkan, memahami konteks dan menghormati perbedaan.
Landasan ketiga yakni museum sebagai ruang pemulihan kedaulatan budaya salah satunya melalui agenda repatriasi. Secara konkrit, pemerintah Indonesia telah. Berhasil membuangkan 28.131 fosil dan catatan koleksi Dubois dari Belanda pada 2025 termasuk temuan awal Homo Erectus yang merupakan bagian penting sejarah bangsa.
Baca juga: Kemenbud dorong memperkuat seni rupa RI di Venice Biennale 2026
Museum pun berperan dalam menghidupkan kembali makna dari artefak tersebut, melalui konservasi dan interpretasi publik.
Serta keempat adalah museum menjadi tempat budaya kapital yang dikembangkan menjadi nilai-nilai publik dan nilai ekonomi.
Upaya ini dapat dilakukan melalui valorisasi, yakni memberi nilai yang lebih luas bagi museum dan situs budaya.
“Valorisasi juga berarti menjadikan museum lebih mudah diakses, lebih mudah dipahami dan menarik, lebih kuat dalam narasi, lebih berkelanjutan secara pembiayaan,” kata dia lagi.
Pemanfaatan museum juga diharapkan bisa menjadi sumber bahan baku bagi industri budaya atau yang ia sebut museum sebagai infrastruktur hulu dalam ekonomi budaya.
Baca juga: Festival permainan rakyat Kalbar perkuat budaya dan kebugaran
Baca juga: Kemenbud dukung ekosistem sastra lewat festival MIWF 2026
Baca juga: Indonesia-Prancis perkuat kerja sama pada sastra dan literasi
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.