Berlin (ANTARA) - Jerman pada Senin memperingatkan konsekuensi ekonomi dari perang di Iran dan potensi blokade Selat Hormuz menjelang pertemuan para menteri keuangan G7 di Paris, Prancis.

Perang tersebut merupakan ancaman serius bagi perekonomian global dan menyebabkan kerusakan besar terhadap pembangunan ekonomi, kata Wakil Kanselir sekaligus Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil, sebelum berangkat menghadiri pembicaraan itu.

Klingbeil, sebagaimana dikutip kantor berita Jerman dpa, menegaskan bahwa segala upaya harus dilakukan untuk mengakhiri perang secara permanen, menstabilkan kawasan, dan memastikan jalur pelayaran tetap bebas.

“Dalam hal ini, jalan kami sebagai bangsa Eropa tetap jelas: Kami lebih mengutamakan kerja sama daripada konfrontasi,” katanya.

Dalam pertemuan menteri keuangan G7 yang dimulai pada Senin ini, para peserta diperkirakan akan memfokuskan perhatian pada dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah serta kemungkinan konsekuensi terhadap perdagangan global.

Seperti diketahui, kawasan perairan di Selat Hormuz tetap menjadi salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia untuk perdagangan komoditas minyak dan gas.

Klingbeil mengatakan krisis yang terjadi saat ini menegaskan pentingnya Jerman dan Eropa menjadi lebih mandiri dan tangguh, khususnya dalam hal bahan baku, energi, dan rantai pasok.

Ia menambahkan bahwa diskusi di Paris juga akan melibatkan para menteri keuangan dari Brasil, India, Korea Selatan, dan Kenya.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Jerman menyetujui ekspor militer ke Israel di tengah konflik kawasan

Baca juga: Jerman siap bantu buka kembali Selat Hormuz

Baca juga: Pentagon tarik 5.000 tentara AS dari Jerman

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.