Jakarta (ANTARA) - PT Netzme Kreasi Indonesia berkolaborasi dengan Ruangguru menggelar program literasi keuangan dan digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertajuk "Gang Dagang" yang diluncurkan di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (17/5), dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah DKI Jakarta.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati dalam siaran pers di Jakarta, Senin, mengatakan program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong transformasi digital dan peningkatan kapasitas UMKM.
"Kami menyambut baik program ini, sejalan dengan semangat Jakpreneur dan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong transformasi digital serta meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Sebagai pusat ekonomi dan transformasi digital nasional, DKI Jakarta dinilai menjadi lokasi strategis untuk peluncuran cohort pertama program Gang Dagang,” kata Suharini.
Baca juga: Shopee catat tren Ramadan 2026, gamifikasi hingga fashion muslim
Netzme menyebut UMKM merupakan kontributor lebih dari 60 persen produk domestik bruto (PDB) nasional, namun, masih menghadapi sejumlah kendala dalam literasi keuangan dan adopsi teknologi digital.
Beberapa tantangan yang disebut masih kerap dihadapi pelaku UMKM antara lain mencampuradukkan keuangan pribadi dan usaha, kesulitan menghitung harga pokok penjualan (HPP) serta belum optimal memanfaatkan sistem pembayaran digital yang tersedia.
Program "Gang Dagang" dirancang menggunakan pendekatan gamifikasi atau pembelajaran berbasis permainan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terkait pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital dalam operasional usaha.
Pada tahap awal, program tersebut akan diikuti oleh 50 pelaku UMKM terpilih melalui proses seleksi terbuka, dengan kurikulum pembelajaran yang berlangsung selama lima bulan.
Pelaksana Tugas Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah DKI Jakarta Roes Dina Martha mengatakan kolaborasi sektor swasta dan lembaga pendidikan dapat memperkuat upaya percepatan digitalisasi UMKM.
“Ke depan, kami berharap inisiatif semacam ini dapat bersinergi antara pihak swasta, pemerintah, otoritas, terus berlanjut dan dapat berkontribusi dalam mengakselerasi digitalisasi UMKM, penguasaan ekosistem pembayaran, serta penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing,” ujar Roes.
Baca juga: Baznas luncurkan program pendidikan digital berbasis gim edukasi
Netzme menyebut program tersebut mengintegrasikan penggunaan sistem pembayaran digital berbasis QRIS dalam simulasi pembelajaran, termasuk penggunaan perangkat pendukung transaksi dan aplikasi kasir digital.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan mengikuti tantangan berkala bertajuk Sales Race setiap dua minggu untuk mendorong peningkatan transaksi non tunai pada usaha masing-masing, dengan sistem pemeringkatan sebagai bagian dari mekanisme permainan.
CEO PT Netzme Kreasi Indonesia Vicky G. Saputra mengatakan program tersebut bertujuan memperkuat kapabilitas pelaku UMKM agar tidak hanya menggunakan sistem pembayaran digital, tetapi juga memahami pengelolaan keuangan secara lebih terstruktur.
“UMKM Indonesia membutuhkan literasi yang menyertainya. Gang Dagang adalah bentuk komitmen kami untuk membangun ekosistem yang tidak hanya menyediakan akses, tetapi juga meningkatkan kapabilitas pelaku usaha agar tidak sekadar bertransaksi digital, tetapi juga mampu bertumbuh dari transaksi tersebut,” kata Vicky.
Chief of Corporate Strategy dan Financial Officer Ruangguru Arman Wiratmoko menyampaikan mendukung program pembelajaran yang dirancang lebih interaktif bagi pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan waktu. Dia menyebut pendekatan gamifikasi dapat meningkatkan keterlibatan peserta sekaligus memperkuat retensi pengetahuan dalam pembelajaran.
Kurikulum program tersebut mencakup manajemen keuangan dasar, pencatatan keuangan, perhitungan keuntungan dan HPP, pengelolaan utang serta dana darurat, hingga keuangan digital dan akses permodalan.
Selain program bagi peserta terpilih, permainan "Gang Dagang" juga dapat diakses oleh masyarakat umum melalui platform daring sebagai sarana pembelajaran literasi keuangan dan digital.
Baca juga: Pemprov DKI percepat transformasi digital UMKM lewat Gang Dagang
Baca juga: Lewat batik, PGN dorong ekonomi inklusif untuk UMKM dan disabilitas
Baca juga: Dorong pengembangan UMKM, Pemkot Jaksel adakan pelatihan bisnis kopi
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.