Jakarta (ANTARA) - Ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan beras di gudang pemerintah, tetapi juga tentang menyiapkan generasi penerus yang mau terjun ke dunia pertanian.

Di tengah minimnya minat anak muda menjadi petani, berbagai pihak mulai mendorong lahirnya regenerasi pertanian melalui edukasi pangan hingga pelibatan pelajar dalam praktik bercocok tanam.

"Manusia senantiasa dalam kebaikan selama generasi muda mau belajar kepada generasi tua. Jika generasi tua habis sebelum generasi muda sempat belajar kepada mereka, maka rusaklah (kebaikan) manusia," demikian ucapan sahabat Rasulullah, Salman Alfarisi, tentang pentingnya mewarisi ilmu atau kebaikan dari generasi terdahulu kepada generasi selanjutnya.

Jika transfer ilmu atau kebaikan itu gagal dilakukan, maka ancamannya adalah rusaknya kehidupan manusia.

Dalam hal ini, generasi terdahulu harus proaktif memberikan bimbingan kepada generasi muda secara berkesinambungan agar mereka lebih siap menjalani kehidupan.

Sebaliknya, generasi muda juga harus membuka diri dan mau belajar kepada generasi di atasnya agar ilmu yang ada dapat dilanjutkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Narasi ketahanan pangan yang mulai dibangun dan diwujudkan saat ini harus terus dirawat dan dilanjutkan hingga masa depan agar generasi mendatang semakin kuat dalam menyiapkan kebutuhan pangan.

Hal itulah yang coba dilakukan Badan Urusan Logistik (Bulog) DKI Jakarta dan Banten melalui program eduwisata kepada pelajar SMA di dua sekolah di Jakarta.

Kala itu, dua SMA diajak mengenal ketahanan pangan di Komplek Pergudangan Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Para siswa diperkenalkan dengan cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersusun rapi dan dijaga ketat di gudang-gudang yang berada di area seluas 55 hektare.

Kawasan tersebut memiliki 68 unit gudang dengan kapasitas masing-masing 3.500 hingga 4.000 ton beras serta didukung sistem keamanan pangan yang memadai.

Pemimpin Bulog Wilayah DKI Jakarta dan Banten Taufan Akib mengatakan program eduwisata ini bertujuan memberikan gambaran kepada siswa terkait kegiatan operasional Bulog dalam menjalankan perannya mengelola cadangan pangan pemerintah.

Program ini juga menjadi langkah strategis Bulog dalam meningkatkan sinergi dengan lembaga pendidikan untuk menambah wawasan peserta didik terkait pangan dan peran pemerintah dalam menjamin ketahanan pangan nasional.

Dengan adanya kerja sama antara Bulog dan lembaga pendidikan, narasi ketahanan pangan dapat terus disebarluaskan dan dilanjutkan oleh generasi muda Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari upaya literasi kepada anak bangsa untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui eduwisata yang dilakukan Bulog Jakarta dan Banten, pengetahuan siswa mengenai ketahanan pangan diharapkan meningkat sekaligus menumbuhkan pemahaman tentang pentingnya swasembada pangan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Generasi muda akhirnya memahami bahwa negara berupaya menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat dengan menyiapkan stok cadangan beras yang mereka lihat secara langsung.

Baca juga: Peran petani muda menggiring pupuk organik jadi primadona

Baca juga: Akademi Agrikultur di Klaten cetak petani muda melalui teknologi

Baca juga: Pemerintah soroti krisis regenerasi di sektor pertanian

Halaman Berikutnya: Petani Muda

Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.