Chaozhou (ANTARA) - Wilayah Chaoshan di Provinsi Guangdong, China, dikenal secara nasional karena hotpot daging sapinya, meskipun sangat sedikit sapi yang dipelihara di daerah tersebut. Masyarakat Chaoshan memiliki sistem penamaan untuk belasan bagian daging sapi, yang mencerminkan keterampilan memotong yang luar biasa dari para koki serta upaya mencapai keunggulan kuliner.

Menurut data resmi, hanya 3.200 ekor sapi yang disembelih pada 2025 di Chaozhou, sebuah kota besar di wilayah Chaoshan, sementara kota tersebut memiliki lebih dari 2.000 restoran hotpot daging sapi dan perusahaan pengolahan bakso daging sapi, yang mengonsumsi sekitar 90.000 ekor sapi per tahun. Lebih dari 90 persen sapi hidup dibeli dari Mongolia Dalam, Yunnan, Ningxia, dan wilayah lain di seluruh China.

Berkat integrasi rantai pasokan dan keterampilan yang teliti, Chaozhou, sebuah kota yang tidak dikenal sebagai daerah penghasil sapi, telah mengembangkan industri daging sapi yang unik. Mari simak lebih lanjut melalui rangkaian foto Xinhua berikut ini:

Pekerja memotong daging sapi di sebuah perusahaan makanan di Chaozhou, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 14 Mei 2026. (Xinhua/Deng Hua)

Sejumlah pekerja membuat bakso daging sapi di sebuah perusahaan makanan di Chaozhou, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 14 Mei 2026. (Xinhua/Deng Hua

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.