Jakarta (ANTARA) - Komisi I DPR RI menggelar rapat kerja (raker) dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto membahas kondisi geopolitik dan pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di Timur Tengah (Timteng).

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan gejolak konflik di kawasan Timteng berdampak “luar biasa” terhadap kondisi geopolitik dunia, tidak terkecuali Indonesia. Oleh sebab itu, langkah strategis menghadapi kondisi tersebut perlu dibahas.

“Jadi serangan [Amerika Serikat dan Israel] ke Iran, mudah-mudahan tidak membawa kita dalam kesulitan walaupun tentu berdampak,” kata dia selaku pimpinan rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Indonesia perkuat posisi global di tengah dinamika geopolitik

Ia mengatakan perang antara AS-Israel dan Iran menghabiskan dana besar, mencapai ratusan triliun rupiah.

Ia berharap terlepas dari gejolak tersebut, Indonesia tetap memainkan peran politik di kancah internasional.

“Kalau kita rupiahkan AS sekitar 507 triliun. Kita bandingkan betapa kalau itu menimpa kita, kita akan sangat kerepotan. Kita berdoa kita tidak menjadi negara yang banyak musuh, tetapi kita berdoa juga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kita makin memainkan peran politik penting di dunia,” ucapnya.

Raker yang juga dihadiri oleh para kepala staf TNI itu juga membahas pasukan perdamaian Indonesia di Timteng, menyusul gugurnya empat prajurit TNI akibat serangan Israel di Lebanon.

Baca juga: Lemhannas ingatkan geopolitik dunia sedang tidak baik-baik saja

Menurut Utut, muncul pro-kontra di masyarakat untuk menarik pasukan tersebut. Namun, di sisi lain, konstitusi juga mengamanatkan Indonesia terlibat aktif dalam memelihara perdamaian dunia.

“Di UNIFIL (pasukan sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon) dari delapan ribu (prajurit), kita yang terbesar, 754 orang. Dikomandani oleh seorang mayor jenderal dari Spanyol dan kita terbanyak 754,” katanya.

Selain dua topik utama itu, Utut menyebut rapat juga membahas Major Defense Cooperation Partnership antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan AS serta status siaga satu yang sempat diinstruksikan Panglima TNI.

Baca juga: Kaukus Parlemen akan kampanye perdamaian ke berbagai kedubes

Baca juga: Kemenko Polkam: Pasukan TNI bisa ditarik jika UNIFIL tidak mampu lindungi prajurit

Baca juga: Komisi I DPR minta PBB evaluasi perlindungan pasukan UNIFIL

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.