Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan pelaksanaan hari terakhir susulan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang pendidikan SD dan SMP mengakomodasi kebutuhan para peserta tes yang sakit dan terbaring di rumah sakit.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin menyebutkan sebanyak 490.552 murid mengikuti pelaksanaan TKA jenjang pendidikan SD dan SMP secara susulan karena beberapa faktor.

“Hari ini adalah hari terakhir ujian susulan yang mengakomodasi para murid kita yang sedang sakit di rumah sakit ataupun kondisi kesehatan lain, sehingga waktu itu terkendala pada saat pelaksanaan yang sebenarnya,” kata Toni dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Mendikdasmen di Jakarta Pusat, Selasa.

Baca juga: Kemendikdasmen: Keikutsertaan TKA SD-SMP lebih dari 95 persen

Ia mengatakan para murid yang tercatat mengikuti susulan TKA bukan hanya mereka yang tidak hadir pada saat jadwal pelaksanaan, namun juga mencakup para peserta tes yang mengalami relokasi sesi, kendala pada perangkat dan jaringan hingga penjadwalan ulang administratif pada saat pelaksanaan tes berlangsung.

Terkait angka partisipasi murid pada pelaksanaan TKA, ia menyebutkan mencapai sebesar 98,53 persen untuk jenjang pendidikan SD sederajat dan mencapai sebesar 97,22 persen untuk jenjang pendidikan SMP sederajat.

Pada pelaksanaan TKA jenjang pendidikan SD sederajat, pihaknya mencatat Provinsi Sumatera Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wilayah dengan partisipasi tertinggi, yakni sebesar 99,8 persen.

Baca juga: Kemendikdasmen laporkan 95 pelanggaran sepanjang TKA SD-SMP

Sementara pada pelaksanaan TKA jenjang pendidikan SMP, Provinsi Bangka Belitung menjadi wilayah dengan partisipasi tertinggi, yakni sebesar 99,8 persen.

Adapun untuk pelaksanaan TKA di sekolah luar negeri, Toni mengatakan partisipasi pada jenjang pendidikan SD mencapai 85,75 persen dan jenjang pendidikan SMP mencapai 93,15 persen.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.