Medan (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memperkuat hubungan internasional dengan membuka peluang baru kerja sama pendidikan, investasi, dan pertukaran kebudayaan dengan Tiongkok.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU, Prof Agussani di Medan, Selasa, menyebutkan hubungan antara UMSU dan Konsulat Jenderal Tiongkok di Sumatera Utara telah berlangsung cukup lama, salah satunya melalui keberadaan China Corner di UMSU sebagai pusat informasi perkembangan pendidikan, budaya, dan peradaban Tiongkok.

Selain memperkuat hubungan kebudayaan, UMSU dan Muhammadiyah juga membuka peluang kolaborasi investasi pendidikan internasional, termasuk pengembangan rumah sakit pendidikan dan bidang kepakaran lainnya.

Baca juga: UMSU berikan gelar kehormatan kepada Raja Muda Perlis

“Pengembangan pendidikan di Indonesia memerlukan investasi. Muhammadiyah terbuka apabila investor dari Tiongkok ingin berkolaborasi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pihaknya bersama delegasi dari berbagai unsur perguruan tinggi, tokoh agama, FKUB, media, dan organisasi Tionghoa Sumatera Utara, baru-baru ini mengunjungi sejumlah kota penting di Tiongkok, khususnya Beijing, Urumqi dan Kashgar di wilayah Xinjiang.

Kunjungan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai perkembangan peradaban, kehidupan sosial masyarakat, hingga kemajuan pendidikan dan teknologi di Tiongkok.

“Kunjungan itu menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, khususnya pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.

Selama berada di Tiongkok, rombongan mengunjungi berbagai pusat kebudayaan dan situs sejarah dunia, seperti Summer Palace, Forbidden City, serta kawasan Tembok Besar Tiongkok di Mutianyu. Delegasi juga menyaksikan pertunjukan budaya “Bintang Lima Bersinar di Timur”.

Menurut Prof Agussani, salah satu pengalaman penting selama lawatan adalah melihat langsung kehidupan masyarakat Muslim di wilayah Xinjiang yang selama ini kerap menjadi perhatian dunia internasional.

Baca juga: Tim Aksi Peduli UMSU gunakan perahu salurkan bantuan sembako

Baca juga: Kementerian PKP sosialisasi kredit program perumahan di UMSU

“Saya menyampaikan apa yang saya rasakan dan alami. Selama ini banyak pemberitaan yang menggambarkan umat Islam di Tiongkok terkekang dan terpinggirkan. Namun, selama kami berada di sana, kami hampir tidak menemukan hal tersebut,” ungkapnya.

Ia menilai Tiongkok berhasil membangun transformasi modern tanpa meninggalkan akar sejarah dan budaya yang menjadi fondasi peradaban bangsa.

“Dari kunjungan ini kita bisa belajar bagaimana sejarah dan budaya menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi Tiongkok modern,” katanya.

Sebagai tindak lanjut dari lawatan tersebut, seluruh delegasi berencana menggelar silaturahim lanjutan di Indonesia. UMSU dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan berikutnya pada Juni 2026 yang dihadiri Konjen Tiongkok di Medan.

Pewarta: Juraidi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.