Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menekankan perlunya kolaborasi dan sinergi yang solid di antara seluruh pemangku kepentingan untuk melindungi anak di dunia digital.
"Mengingat kompleksnya masalah di dunia digital, kita tidak bisa bekerja sendiri, dan tidak bisa mengandalkan salah satu pihak saja sehingga harus bergotong-royong untuk melindungi anak-anak di dunia digital," kata Perencana Muda Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan KemenPPPA Fitra Andika Sugiyono dalam seminar daring yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Selasa.
Oleh karena itu, kata dia, sejumlah upaya kebijakan multisektor yang dibutuhkan meliputi pencegahan, seperti pengendalian risiko serta penanganan dan kolaborasi, yang diharapkan dapat membentuk gotong royong digital.
Dia menegaskan negara bertanggung jawab memenuhi hak anak dalam memperoleh akses informasi dan manfaat positif dari dunia digital, sekaligus melindungi anak-anak dari paparan digital.
Kedua aspek tersebut, menurut Fitra, harus seimbang agar anak memperoleh kesempatan yang adil di ranah daring.
Baca juga: Menteri Arifah: Paparan judi online ancaman serius tumbuh kembang anak
Tahun lalu, Pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Perlindungan Anak di Ranah Dalam Jaringan 2025-2029, salah satunya menekankan pentingnya kolaborasi serta koordinasi yang erat di antara seluruh pemangku kepentingan dalam upaya perlindungan anak di dunia digital.
Fitra mengatakan penyelenggara sistem atau platform digital dituntut untuk memberikan desain yang aman dan ramah bagi anak, mulai dari privasi pengaturan, konten, hingga mekanisme pelaporan yang dapat diakses dan responsif apabila ada konten negatif ketika anak menggunakan platform tersebut.
Kemudian, orang tua dan pendidik juga harus hadir dengan pendampingan yang adaptif dan membekali anak dengan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian untuk melapor.
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor secara nyata, sambung Fitra, anak menjadi terlindungi dari berbagai risiko digital sehingga dapat tumbuh lebih percaya diri untuk belajar, berkreasi, dan berinovasi.
"Melalui ekosistem digital yang ramah, kita juga tidak hanya menjaga mereka atau anak-anak kita dari bahaya, tetapi juga membuka jalan bagi anak-anak kita untuk lebih unggul, kreatif, dan berdaya di dunia digital," pungkas Fitra.
Baca juga: Menteri Arifah dorong perempuan jadi agen perubahan di dunia digital
Baca juga: Menteri PPPA ungkap pentingnya peningkatan literasi digital perempuan
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Yuk, buat setiap detik jadi lebih bermakna! #ligabintang
https://bintangsip.com/