Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan Kantor Kecamatan Kebayoran Baru serta Embung Pemuda I dan Embung Jagakarsa di Jakarta Selatan (Jaksel) pada Selasa.
Dalam sambutannya, dia mengatakan ketiga fasilitas yang diresmikan itu memiliki fungsi strategis.
Kantor Kecamatan Kebayoran Baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan administrasi dan pelayanan masyarakat, sementara Embung Pemuda I dan Embung Jagakarsa berperan mengurangi genangan sekaligus memperkuat daya tampung air di wilayah Jakarta Selatan.
“Embung Pemuda I Srengseng Sawah dan Embung Jagakarsa diproyeksikan dapat mengurangi genangan atau banjir di lokasi setempat antara 10 hingga 20 persen,” ungkap Pramono di Kantor Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa.
Kantor Kecamatan Kebayoran Baru dibangun sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban fasilitas sosial dan fasilitas umum oleh PT Danayasa Arthatama.
Gedung baru seluas 3.357,62 meter persegi dengan lima lantai itu dilengkapi berbagai fasilitas pelayanan masyarakat serta ruang penunjang guna meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan publik.
Pramono pun meminta agar Camat Kebayoran Baru beserta seluruh jajarannya memastikan gedung baru tersebut tidak hanya menjadi fasilitas pemerintahan yang representatif, tetapi juga benar-benar menjadi ruang pelayanan yang terbuka dan mudah diakses masyarakat.
"Tugas kita semua adalah memberikan pelayanan yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih baik kepada masyarakat. Karena kita tahu, Kebayoran Baru merupakan salah satu kawasan favorit di Jakarta Selatan,” ujar Pramono.
Baca juga: Waduk di Jakarta berpeluang jadi lokasi ekowisata
Selain meresmikan kantor kecamatan, Pramono juga meresmikan Embung Pemuda I di Jalan Pemuda I, RT 12/RW 09, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, serta Embung Jagakarsa di Jalan Raya Jagakarsa, RT 03/RW 02, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa.
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Embung Jagakarsa dibangun pada 2023, sedangkan penataan lanskapnya dilakukan pada 2025. Embung ini memiliki luas penampang basah 3.423 meter persegi, kedalaman empat meter, volume tampungan 13.692 meter kubik, serta luas daerah tangkapan air 561 hektare.
Infrastruktur tersebut berfungsi mengurangi genangan di wilayah RW 05 dan RW 06 Kelurahan Lenteng Agung, sekaligus membantu mengatur debit air Kali Mampang menuju Kali Krukut.
Sementara itu, Embung Pemuda I dibangun pada 2024 dan penataan lanskapnya dilakukan pada 2025. Embung ini memiliki luas penampang basah 8.718 meter persegi, kedalaman 4 meter, volume tampungan 34.872 meter kubik, serta luas daerah tangkapan air 374,73 hektare.
Di sekitar embung tersebut terdapat dua saluran penghubung (PHB), yakni PHB Babakan Atas dan PHB Babakan Bawah.
Pramono berharap kedua embung tersebut dirawat secara rutin agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang, baik untuk pengendalian banjir, konservasi air, maupun ruang bermain dan olahraga warga.
Baca juga: DKI rancang waduk yang tak hanya untuk menampung air
Baca juga: Waduk di Jakarta kini dirancang untuk curah hujan ekstrem
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.