Makin ada variasi dan sumber-sumber yang banyak kan bagus buat kemandirian,
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, proyek DME (Dimethyl Ether) tetap jalan meskipun terdapat proyek CNG yang dibidik untuk menjadi alternatif dari LPG.
“Jadi LPG ada, masih terus kami produksi. Kemudian, nanti ada CNG, ada DME, dan beberapa kemungkinan-kemungkinan lain harus dibuka opsi-opsinya,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan, proyek DME atau gasifikasi batu bara yang dibidik menjadi alternatif dari LPG tetap berlangsung meskipun pemerintah mulai gencar membidik CNG untuk menjadi alternatif dari LPG.
Baca juga: Indonesia akan impor tabung CNG untuk jadi alternatif LPG 3 kg
Menurut dia, DME masih menjadi investasi yang dipertimbangkan oleh Danantara. Selain itu, ia menilai lebih banyak alternatif untuk LPG akan semakin baik untuk ketahanan energi Indonesia.
“Makin ada variasi dan sumber-sumber yang banyak kan bagus buat kemandirian,” ujar Erani.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut uji coba untuk Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram dilakukan di China dan Indonesia.
Baca juga: Menekan impor LPG dengan DME di dapur rumah tangga
Ia mengatakan, pemerintah terus mengkaji penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna mengurangi ketergantungan impor energi. Oleh karena itu, uji coba akan terus dilakukan.
CNG bukan teknologi baru karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.
Uji coba ini dilakukan untuk mengembangkan tabung CNG berukuran kecil setara LPG 3 kilogram. Menurutnya, tantangan utama dalam uji coba adalah aspek teknis karena tekanan gas CNG jauh lebih tinggi, yakni sekitar 200 hingga 250 bar.
Baca juga: BPH Migas dorong CNG jadi alternatif energi rumah tangga
CNG memiliki keunggulan karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri, termasuk sumber gas alam yang melimpah. Pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan domestik.
Selain itu, pemerintah tengah melakukan kajian menyeluruh untuk skema subsidi CNG. Opsi pemberian subsidi tetap terbuka, namun mekanisme dan volumenya masih dalam pembahasan.
Baca juga: Bahlil ungkap RI kembangkan CNG sebagai alternatif LPG 3 kg
Baca juga: Prabowo minta kampus kembangkan teknologi alternatif kurangi LPG
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.