Dukungan pemerintah melalui BBM subsidi menjaga layanan kereta api tetap terjangkau, andal, dan berkelanjutan
Jakarta (ANTARA) - Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengoptimalkan pemanfaatan BBM subsidi secara terukur untuk mendukung layanan transportasi publik yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.
Dukungan pemerintah melalui kebijakan subsidi energi memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan layanan transportasi berbasis rel yang setiap hari menghubungkan masyarakat, kawasan industri, pusat distribusi, hingga berbagai wilayah ekonomi di Indonesia.
Hingga 18 Mei 2026 pukul 09.20 WIB, realisasi penggunaan BBM subsidi KAI tercatat sebesar 83.915.377 liter atau 39,15% dari total kuota yang diberikan pemerintah sebanyak 214.342.000 liter untuk tahun 2026.
Pemanfaatan tersebut dijalankan secara terukur melalui penguatan tata kelola operasional, pengendalian konsumsi energi, serta optimalisasi perjalanan kereta api penumpang dan barang yang menopang mobilitas nasional.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan subsidi energi yang diberikan pemerintah memberikan dampak langsung terhadap keterjangkauan layanan transportasi publik dan kelancaran distribusi logistik nasional.
“Dukungan pemerintah melalui subsidi energi membantu menjaga keberlanjutan layanan transportasi massal yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat luas. KAI mengelola pemanfaatannya secara akuntabel dan terukur agar memberikan manfaat optimal bagi mobilitas nasional dan distribusi barang,” ujar Anne.
Sepanjang Januari–April 2026, KAI telah melayani 19.218.440 pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 17.709.669 pelanggan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi massal berbasis rel sebagai moda yang mampu mendukung mobilitas antarkota secara lebih efektif dan efisien.
Selain melayani pelanggan, penggunaan energi pada operasional KAI juga menopang perjalanan angkutan barang yang mengangkut berbagai komoditas strategis seperti petikemas, semen, klinker, hingga parcel. Kehadiran kereta api barang membantu menjaga rantai distribusi tetap berjalan melalui kapasitas angkut besar dan waktu tempuh yang lebih terukur.
Penguatan transportasi berbasis rel turut membantu mengurangi kepadatan kendaraan logistik di jalan raya, menjaga efisiensi distribusi nasional, serta mendukung sistem transportasi yang lebih berkelanjutan.
Sebagai bagian dari penguatan efisiensi energi nasional, KAI bersama pemerintah juga terus melaksanakan pengujian lanjutan implementasi biodiesel pada sarana berbasis diesel guna memastikan kesiapan operasional tetap selaras dengan standar keselamatan dan keandalan layanan.
Pengujian dilakukan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta LEMIGAS melalui tahapan blending bahan bakar, pemeriksaan kondisi sarana, hingga pengujian operasional pada lokomotif dan kereta pembangkit.
Untuk lokomotif, pengujian dilaksanakan di Depo Sidotopo dengan fokus pemantauan performa engine dan konsumsi bahan bakar. Sementara pengujian kereta pembangkit dilakukan di Depo Kereta Yogyakarta melalui evaluasi konsumsi bahan bakar dan pemeriksaan berkala setiap 300 jam operasi.
“KAI terus memastikan seluruh proses pengelolaan energi berjalan selaras dengan prinsip keselamatan, keandalan operasional, dan tata kelola perusahaan yang baik. Seluruh tahapan dilakukan secara bertahap dan terukur agar kualitas layanan kepada pelanggan tetap terjaga,” kata Anne.
Sepanjang tahun 2025, penggunaan biodiesel pada layanan KA Jarak Jauh menghasilkan total emisi karbon sebesar 127.315.192 kg CO₂e atau sekitar 127,3 ribu ton dari total 47,4 juta pelanggan. Moda transportasi berbasis rel juga memiliki tingkat emisi yang lebih rendah dibanding kendaraan pribadi sehingga turut membantu menjaga emisi sektor transportasi tetap lebih terkendali.
Anne menambahkan bahwa pengelolaan energi pada sektor perkeretaapian akan terus diarahkan untuk mendukung konektivitas wilayah dan produktivitas nasional melalui layanan transportasi publik yang semakin efisien dan berkelanjutan.
“Kereta api setiap hari menghubungkan masyarakat, kawasan industri, pusat distribusi, hingga wilayah ekonomi di berbagai daerah. Karena itu, dukungan subsidi energi dan optimalisasi pemanfaatannya memiliki peran penting dalam menjaga mobilitas masyarakat, kelancaran logistik, dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Anne.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.