Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menilai situasi geopolitik global saat ini dapat menjadi peluang bagi industri animasi Indonesia untuk memperkuat pasar domestik sekaligus memperluas penetrasi IP lokal ke pasar internasional.
“Justru kita melihat dengan kondisi geopolitik ini ada peluang. Peluang besar karena geopolitik ini kan tentu menyebabkan juga biaya-biaya naik,” kata Riefky saat ditemui awak media usai peluncuran dan konferensi pers Indonesia Animation Report 2026 di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, kondisi global tersebut dapat dimanfaatkan studio animasi nasional untuk mengisi kebutuhan pasar dalam negeri melalui karya dan karakter lokal.
Baca juga: Menteri Ekraf: Pemerintah siapkan KUR Rp10 triliun berbasis HKI
“Di situlah kita ingin mengisi bagaimana peran dari output atau produk dari studio animasi itu mengisi pasar-pasar dalam negeri. Itu yang paling penting dulu pertama, menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.
Selain memperkuat pasar domestik, pemerintah juga mendorong pengembangan kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) lokal agar mampu bersaing di pasar global.
“Kemudian yang kedua adalah bagaimana kita juga mendorong IP-IP lokal kita, karakter-karakter kita, produk-produk dari studio animasi kita juga untuk bisa masuk ke pasar global,” kata Riefky.
Baca juga: Menteri Ekraf sebut bisnis IP sebagai "tambang baru"
Ia menilai momentum geopolitik dan geoekonomi saat ini membuka peluang lebih besar bagi kreator lokal untuk berkembang.
“Momentum dari geopolitik, geoekonomi yang terjadi hari ini justru itu menjadi momentum bagi Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) Daryl Wilson mengatakan kondisi politik global turut berdampak terhadap proyek animasi luar negeri yang masuk ke Indonesia.
Baca juga: Menekraf: Industri animasi RI tumbuh 3,3 kali lipat dalam 10 tahun
“Kondisi politik di dunia memang sangat ber-impact kepada proyek-proyek yang muncul dari dunia untuk bisa masuk ke sektor jasa masuk ke kita, berkurang,” kata Daryl.
Karena itu, menurut dia, industri animasi nasional perlu memperkuat pengembangan proyek lokal agar tidak terus bergantung pada pekerjaan dari luar negeri.
“Oleh karena itu memang inisiatif munculnya proyek di dalam Indonesia sendiri itu penting,” ujarnya.
Indonesia Animation Report 2026 diluncurkan sebagai studi komprehensif mengenai kondisi, potensi, dan tantangan industri animasi nasional.
Baca juga: Kemenkum: Perlindungan hak cipta animasi fondasi bangun industri gim
Baca juga: Menekraf dorong industri kreatif animasi hingga musik di Yogyakarta
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.