Jakarta (ANTARA) - Analis dan Pemerhati Pertahanan Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (Keris) Hanif Rahadian menilai kehadiran pesawat tempur Rafale di jajaran alat utama sistem senjata (alutsista) TNI menandakan bahwa hubungan Indonesia dengan Prancis sangat kuat dan harmonis.
"Transaksi persenjataan seperti ini hanya akan terjadi di antara dua negara yang harmonis dan telah banyak menjalankan kerja sama," kata Hanif saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, hubungan strategis Indonesia–Prancis berkembang signifikan, terutama sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat Menteri Pertahanan.
Hanif menjelaskan, berkat hubungan diplomasi yang baik, Indonesia mendapatkan beberapa keuntungan dari pembelian pesawat produksi Dassault Aviation itu.
Salah satunya yakni Indonesia berkesempatan menerima transfer teknologi maupun pelibatan industri pertahanan (inhan) dalam negeri untuk pengembangan Rafale.
Baca juga: Pengamat sebut operasional Rafale harus didukung inhan dalam negeri
Kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kualitas inhan dalam negeri dalam menopang kebutuhan suku cadang Rafale.
"Selain itu, Prancis menunjukkan komitmen dalam mendukung peningkatan kapabilitas pertahanan Indonesia, mulai dari pemenuhan kebutuhan operasional TNI, pengembangan sumber daya manusia, hingga dukungan teknologi dan infrastruktur pertahanan," kata Hanif.
Kondisi ini, kata dia, menunjukkan bahwa Prancis tidak seperti negara-negara pada umumnya yang melarang negara konsumen mengembangkan ataupun memperluas jangkauan teknologi dari alutsista yang dibeli.
Dengan adanya kesempatan ini, Hanif yakin Indonesia akan memiliki kesempatan untuk mempelajari kemajuan teknologi industri pertahanan Prancis.
"Kesempatan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengakses teknologi pertahanan yang lebih maju serta memperkuat kemandirian industri pertahanan dalam negeri," kata Hanif.
Baca juga: Analis: Kehadiran Rafale tanda adanya lompatan teknologi alutsista TNI
Sebelumnya, TNI AU baru saja menerima enam unit Rafale beserta seperangkat rudalnya.
Penyerahan itu secara simbolis telah dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto ke Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, lalu diserahkan ke Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5).
Keenam pesawat tersebut ditugaskan di Skadron 12 yang berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Kini, TNI masih menunggu 36 pesawat Rafale lainnya yang masih dalam proses pembuatan di perusahaan penerbangan Dassault di Prancis.
Pewarta: Walda Marison
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.