Namun, apa pun formasinya, keseimbangan tetap menjadi yang utama bagi Ancelotti.
Jakarta (ANTARA) - Ketika mengumumkan daftar pemain tim nasional Brasil untuk Piala Dunia 2026 pada sebuah acara megah di Rio de Janeiro yang disiarkan secara langsung, Senin (18/5), suara Carlo Ancelotti tidak terdengar goyah sedikit pun.
Padahal, sebagai pelatih timnas Brasil, skuad peraih lima gelar juara dunia, Ancelotti menanggung beban berat. Dia dituntut untuk memilih nama-nama terbaik demi mengembalikan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola itu ke Negeri Samba.
Sebanyak 26 nama pun dibacakannya. Mereka adalah Alisson Becker (Liverpool), Ederson Moraes (Fenerbahce), Weverton (Gremio) di posisi penjaga gawang.
Lini pertahanan dikawal Marquinhos (Paris Saint-Germain), Gabriel Magelhaes (Arsenal), Danilo (Flamengo), Alex Sandro (Flamengo), Bremer (Juventus), Douglas Santos (Zenit St Petersburg), Roger Ibanez (Al Ahli), Leo Pereira (Flamengo) dan Wesley Franca (AS Roma).
Lalu sektor tengah menjadi milik Casemiro, Lucas Paqueta (Flamengo), Bruno Guimares (Newcastle United), Fabinho (Al Ittihad), Danilo dos Santos (Botafogo).
Kemudian sebagai penggedor benteng lawan, Ancelotti menunjuk Neymar Jr (Santos), Vinicius Junior (Real Madrid), Raphinha (Barcelona), Gabriel Martineli (Arsenal), Endrick (Real Madrid), Igor Thiago (Brentford), Luis Henrique (Zenit St Petersburg), Matheus Cunha (Manchester United) dan Rayan (Bournemouth).
Ancelotti, pelatih berpengalaman dengan lebih dari 30 gelar juara saat membesut tim-tim besar seperti AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Bayern Muenchen, dan Real Madrid, yakin penuh dengan pilihannya. Dia pun siap menghadapi risiko.
"Fokus saya adalah kolektivitas, bukan individu," kata dia.
Baca juga: Daftar skuad Brasil: Neymar kembali dipanggil
Baca juga: Vinicius percaya timnas Brazil akan berkembang bersama Ancelotti
Keseimbangan
Sejak memulai kariernya sebagai pelatih kepala pada tahun 1995, Ancelotti dikenal sebagai pelatih yang tidak terpaku pada satu formasi atau taktik. Sempat menggunakan formasi 4-4-2 di Reggiana, dia lalu memakai 4-3-2-1 di AC Milan, 4-3-3 di Chelsea dan 4-4-2/4-2-3-1/4-3-2-1 di Real Madrid pada periode 2021-2025.
Namun, apa pun formasinya, keseimbangan tetap menjadi yang utama bagi Ancelotti.
Saat ditunjuk sebagai pelatih timnas Brasil pada Mei 2025, Ancelotti lebih banyak menggunakan 4-2-3-1 dari 10 pertandingan yang sudah dilewatinya.
Dalam formasi itu, Casemiro dan Bruno Guimaraes hampir dipastikan menjadi penyangga utama di tengah, seperti saat mereka menumbangkan Korea Selatan 5-0 pada laga uji coba Oktober 2025.
Kehadiran Casemiro dan Bruno Guimaraes begitu penting yang membuat Ancelotti memastikan tempat mereka di skuad Piala Dunia 2026. Casemiro-Guimaraes sangat diandalkan untuk memutus serangan lawan dan melakukan serangan balik.
Liga Inggris 2025/2026 menjadi momen unjuk gigi Casemiro, di mana dia memperlihatkan salah satu performa terbaik dalam kariernya. Sejauh ini, dia sudah membuat sembilan gol dan dua assist di liga.
Tidak hanya itu, statistik Liga Inggris menunjukkan Casemiro kokoh sebagai pemotong serangan lawan dengan membuat total 90 tekel, 31 kali intersepsi, 27 blok dan memenangi 188 duel.
Sementara Bruno Guimaraes membuat sembilan gol dan lima assist untuk Newcastle United di Liga Inggris 2025/2026, memenangkan 165 duel, membuat 62 tekel dan 15 kali intersepsi.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.