Capaian ini menjadi sinyal positif atas semakin kuatnya minat pasar Tiongkok terhadap produk unggulan Indonesia sekaligus mempertegas daya saing produk nasional di pasar global

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan misi dagang RI ke Tiongkok meraih transaksi sebesar 60,3 juta dolar AS atau setara Rp1,07 triliun.

Menurut dia dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Selasa, nilai transaksi tersebut melampaui target yang diproyeksikan sebesar 30 juta dolar AS dan bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat hingga mencapai 60,3 juta dolar AS.

Capaian tersebut diperoleh dari misi dagang Indonesia ke Shanghai, Tiongkok, yang dipimpin Wamendag Roro Esti, pada ajang pameran internasional SIAL Shanghai 2026, Senin (18/5/2026), serta pelaksanaan Indonesia-China Business Forum: Advancing Trade, Enhancing Partnership, Selasa (19/5/2026).

"Capaian ini menjadi sinyal positif atas semakin kuatnya minat pasar Tiongkok terhadap produk unggulan Indonesia sekaligus mempertegas daya saing produk nasional di pasar global," tambah Wakil Menteri Perdagangan.

Misi dagang tersebut turut diperkuat melalui penandatanganan tujuh nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di berbagai sektor strategis, mulai dari pangan olahan, produk kelapa, hasil perikanan, kopi, hingga rumput laut.

Nilai transaksi tersebut juga diproyeksikan masih akan terus bertambah seiring tingginya antusiasme pelaku usaha Tiongkok dalam menjajaki kemitraan bisnis dengan Indonesia.

"Misi dagang ini menjadi bentuk konkret tindak lanjut penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok yang terus didorong Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui diplomasi perdagangan, perluasan akses pasar, dan penguatan kemitraan strategis kedua negara," ujar Wamendag.

Menindaklanjuti hal tersebut, Roro Esti mengambil langkah strategis melalui pelaksanaan misi dagang dan forum bisnis guna memperluas akses pasar, memperkuat kemitraan antarpelaku usaha, serta mendorong peningkatan ekspor produk unggulan Indonesia ke pasar Tiongkok.

Wamendag Roro menyampaikan hubungan perdagangan Indonesia-Tiongkok terus menunjukkan tren positif dan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan perdagangan Indonesia di kawasan Asia.

"Hubungan perdagangan Indonesia dan Tiongkok terus berkembang secara positif. Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia dan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara," ujarnya.

Dalam periode 2021-2025, total perdagangan Indonesia dan Tiongkok tumbuh dengan tren positif sebesar 7,24 persen.

Pada 2025, ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai 67 miliar dolar AS, yang mencerminkan tingginya permintaan dan semakin kuatnya daya saing produk Indonesia di pasar Tiongkok.

Di tengah tantangan ekonomi global, kinerja ekspor Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid.

Pada 2025, nilai total ekspor Indonesia mencapai 282,91 miliar dolar AS atau tumbuh 6,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, ekspor Indonesia pada periode Januari-Maret 2026 tercatat sebesar 66,85 miliar dolar AS.

Wamendag Roro menambahkan Tiongkok tetap menjadi pasar potensial bagi berbagai produk unggulan Indonesia, khususnya sektor pertanian, pangan, dan produk bernilai tambah.

Pada 2025, ekspor sektor pertanian Indonesia ke Tiongkok mencapai 1,55 miliar dolar AS dengan tren pertumbuhan sebesar 10,8 persen dalam lima tahun terakhir.

Sementara itu, ekspor makanan olahan Indonesia ke Tiongkok mencapai 386,48 juta dolar AS.

Komoditas unggulan Indonesia yang semakin diminati pasar Tiongkok antara lain sarang burung walet, kopi, rempah-rempah, hasil perikanan, rumput laut, produk kelapa, buah-buahan tropis, serta minyak kelapa sawit dan turunannya.

"Permintaan pasar Tiongkok terhadap produk Indonesia terus meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan nilai tambah produk Indonesia," tambah Wamendag Roro.

Pemerintah Indonesia juga terus mendorong penguatan kualitas produk, kepatuhan terhadap standar internasional, serta peningkatan branding produk nasional agar semakin kompetitif di pasar global.

Selain itu, pemerintah aktif melakukan koordinasi dengan otoritas Tiongkok untuk mempercepat penyelesaian akses pasar dan protokol ekspor bagi komoditas unggulan Indonesia.

Pemerintah optimistis penguatan hubungan perdagangan dan kemitraan bisnis Indonesia-Tiongkok akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekspor nasional, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri dalam negeri, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

"Indonesia akan terus memperkuat diplomasi perdagangan dan membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan agar produk Indonesia semakin diterima dan mampu bersaing di pasar internasional," sebut Wamendag Roro.

Baca juga: AS jajaki kerja sama maritim dengan Indonesia

Baca juga: Misi Dagang Jatim-DKI catat transaksi lebih Rp5,7 triliun

Baca juga: Wamendag Roro: RI dorong ekspansi pasar jasa profesional ke Eropa

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.