Jakarta (ANTARA) - Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia mendorong penguatan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) peserta misi kemanusiaan internasional ke Gaza, menyusul penahanan sembilan WNI oleh militer Israel dalam pelayaran Global Sumud Flotilla.

Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media Thomas Harming Suwarta mengatakan pemerintah terus memantau kondisi para WNI dan menyiapkan langkah perlindungan melalui koordinasi lintas kementerian serta perwakilan RI di luar negeri.

“Kami mendapat informasi bahwa pihak otoritas diplomatik Indonesia telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman. Langkah antisipatif ini diambil guna menjamin keselamatan serta mempercepat proses pemulangan para WNI yang terlibat dalam misi tersebut,” kata Thomas dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, pemerintah juga menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan pemulangan apabila diperlukan.

Baca juga: Proses evakuasi WNI dari Gaza masih terkendala keamanan

“Kita tentu terus melakukan pemantauan dari waktu ke waktu untuk memastikan kondisi WNI kita dalam keadaan selamat dan bisa segera dibebaskan,” ujarnya.

Thomas menyampaikan dua dari sembilan WNI yang ditahan merupakan jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang sedang menjalankan peliputan dalam misi kemanusiaan tersebut.

“Kedua jurnalis tersebut saat itu sedang berada dalam pelayaran kapal-kapal kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) dalam rangka melaksanakan tugas misi kemanusiaan dan bukan baru kali ini saja mereka ikuti misi ini tetapi sudah pernah sebelumnya juga,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan di perairan internasional.

Baca juga: Tiga relawan MER-C asal Indonesia menolak dievakuasi dari Gaza

Menurut dia, tindakan tersebut melanggar prinsip kemanusiaan dan kebebasan sipil, termasuk terhadap jurnalis yang bertugas menyampaikan informasi kepada publik internasional.

Kasus penahanan awak Global Sumud Flotilla juga menambah perhatian terhadap keselamatan pekerja kemanusiaan dan insan pers di wilayah konflik bersenjata, terutama dalam distribusi bantuan bagi warga sipil Gaza.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.