Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyebutkan, Kota Kopenhagen, Denmark sebagai kota berusia lebih dari 900 tahun menjadi inspirasi bagi Jakarta dalam menata kawasan bersejarah tanpa kehilangan identitas kota.

Rano menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan kerja ke Kopenhagen, pada Senin (18/5), dalam rangka mempercepat transformasi menuju kota yang lebih nyaman, hijau, dan ramah warga, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dalam kesempatan itu, Rano melakukan pertemuan bilateral dengan Mayor of Employment, Integration, and Business for the City of Copenhagen, Andreas Kiel yang menjelaskan strategi pembangunan Kopenhagen dalam kota berkelanjutan, ekonomi perkotaan, pariwisata, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Saat ini, lanjut dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengembangkan kawasan Kota Tua melalui tim khusus yang dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur No 1153/ 2025, dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebagai Ketua Revitalisasi dan Penataan Kota Tua.

Pengembangan tersebut dilakukan bersama pemerintah pusat, pelaku usaha, komunitas, hingga sektor swasta agar menghadirkan Kota Tua sebagai kawasan bersejarah yang lebih hidup dan inklusif.

Baca juga: Rano Karno terinspirasi Kopenhagen kelola sampah secara terintegrasi

Kawasan ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada sejarah, lebih bersemangat (vibrant) dan dapat dinikmati seluruh masyarakat.

"Jakarta sedang memperkuat transformasi menuju kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga nyaman dihuni dan tetap memiliki identitas kuat yang berpihak pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Rano.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov DKI juga mendalami strategi Pemerintah Kota Kopenhagen, mulai dari pengelolaan kerja sama internasional dan jejaring kota global, pembangunan kota berkelanjutan dan layak huni (livable), hingga penguatan ekonomi kota dan optimalisasi pendapatan daerah.

Kopenhagen dikenal sebagai salah satu kota paling layak huni di dunia dengan kualitas ruang publik, transportasi, dan tata kota yang berorientasi pada kenyamanan masyarakat.

Pertemuan juga membahas strategi pembangunan Kota Kopenhagen yang mengutamakan kualitas hidup masyarakat melalui ruang publik yang nyaman, jalur sepeda, kawasan tepi air yang bersih, serta ruang publik yang dapat diakses secara setara oleh seluruh warga dengan pendekatan berkelanjutan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Kopenhagen menilai setiap kota memiliki karakter berbeda, sehingga konsep kota layak huni harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat masing-masing, termasuk Jakarta sebagai kota tropis yang membutuhkan lebih banyak ruang teduh dan area interaksi publik yang nyaman.

Baca juga: DKI jajaki kerja sama dengan San Siro Stadium terkait tata kelola JIS

Baca juga: DKI mulai revitalisasi Kota Tua

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.