Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo melarang pedagang hewan kurban untuk berjualan di lokasi yang mengganggu aktivitas publik, terutama trotoar, taman, hingga kebun di wilayah Jakarta.
"Saya sudah mengeluarkan instruksi tidak boleh berjualan di tempat yang mengganggu aktivitas publik, terutama di trotoar, di kebun, di taman-taman," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu.
Pramono mengatakan, pedagang yang kedapatan berjualan di lokasi terlarang akan diberi peringatan agar memindahkan lapaknya ke tempat yang sesuai.
"Maka yang seperti itu segera diberikan peringatan dan mereka untuk tidak boleh berjualan," ujarnya.
Selain menyoroti lokasi berjualan, Pramono memastikan harga hewan kurban di Jakarta masih relatif stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Ia juga menyebut stok sapi dan kambing juga tersedia dengan cukup.
"Alhamdulillah sampai hari ini harga-harga hewan kurban yang ada di Jakarta tidak mengalami kenaikan, relatif stabil. Jumlah hewan kurban, apakah itu sapi, apakah itu kambing dan sebagainya, sekarang ini tersedia sepenuhnya di Jakarta," papar Pramono.
Bahkan, lanjut dia, sejumlah daerah kini turut mengambil pasokan hewan kurban dari Jakarta. Hal itu menunjukkan kesiapan pasokan yang dikelola BUMD pangan DKI.
"Bahkan, beberapa daerah akhirnya mengambil hewan kurbannya dari Jakarta. Ini menunjukkan bahwa BUMD yang bertanggung jawab untuk itu, salah satunya adalah Dharma Jaya, mereka mempersiapkan secara baik," katanya.
Baca juga: Pramono: Harga stabil picu daerah lain beli hewan kurban di Jakarta
Baca juga: KPKP DKI antisipasi PMK lewat pengawasan lapak hewan kurban
Baca juga: KPKP DKI perketat monitoring penjualan hewan kurban jelang Idul Adha
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.