Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Uus Kuswanto menekankan agar semangat kebangkitan nasional harus terus dijaga dengan menyesuaikan tantangan zaman, termasuk menghadapi persoalan kedaulatan informasi dan transformasi digital.

“Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk merefleksikan semangat persatuan dan perjuangan bangsa sejak berdirinya Budi Utomo pada 1908. Hal ini menegaskan pentingnya melindungi generasi muda sebagai fondasi utama dalam menjaga kemandirian dan kedaulatan bangsa,” ujar Uus saat menjadi Inspektur Upacara Hari Kebangkitan Nasional di Balai Kota Jakarta, Rabu.

Menurut dia, pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan perlindungan anak di ruang digital melalui penerapan penuh PP Tunas, termasuk penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Ia menilai, momentum ini harus menjadikan setiap langkah pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama.

“Kebangkitan nasional adalah milik seluruh rakyat Indonesia, yang bermula dari kesadaran individu, tumbuh secara kolektif, dan bermuara pada kemajuan bangsa di tingkat global,” kata Uus.

Seperti diketahui, Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) berlaku efektif mulai 28 Maret 2026.

Aturan tersebut membatasi anak dari berbagai platform digital berisiko tinggi, terutama delapan platform digital pada penerapan awal, yaitu YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, dan Roblox.

Baca juga: Pramono soroti adanya pergeseran tantangan bangsa

Baca juga: Pemprov DKI segera buat Pergub turunan dari PP Tunas

Baca juga: Gub DKI yakin PP Tunas dapat tingkatkan fokus belajar & lindungi anak di ruang digital

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.