Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengatakan pihaknya akan menghadirkan pengajar bertaraf internasional untuk mendidik 400 karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam program Presidential Future Leaders Program (PFLP).

Program PFLP itu digelar pemerintah untuk meningkatkan kualitas kinerja sekaligus jiwa nasionalisme dan kedisiplinan para insan BUMN.

"Banyak nanti pengajar-pengajar, baik dalam negeri maupun luar negeri akan kita datangkan untuk memberikan pengetahuan kepada mereka," kata Donny saat ditemui awak media di Markas Kodiklat TNI di Tangerang Selatan, Rabu.

Selain mengajar soal ilmu manajerial, para pengajar tingkat internasional itu juga akan mendidik peserta PFLP di bidang decision making, analytical process, dan cyber and security.

Seluruh ilmu tersebut, kata Donny, merupakan unsur yang saling melengkapi dan sangat dibutuhkan dalam menjalankan organisasi ataupun perusahaan besar.

Baca juga: 400 karyawan BUMN jalani pelatihan militer di Kodiklat TNI

Dia mengatakan ragam proses pendidikan akan dijalani peserta PFLP selama empat bulan di Danantara Corporate University.

Namun sebelum menjalani pendidikan di Danantara, para peserta harus menjalani pendidikan dasar militer di Kodiklat TNI selama tiga bulan. Pendidikan militer militer tersebut, lanjut Donny, bertujuan untuk meningkatkan jiwa disiplin dan nasionalisme para pegawai BUMN.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Kodiklat TNI dan Danantara, 400 peserta didik akan mengikuti proses magang selama dua bulan di perusahaan BUMN.

"Total waktu pendidikan PFLP yang dilalui selama sembilan bulan," kata Donny.

Dengan adanya masa pendidikan selama sembilan bulan ini, Donny berharap para peserta pendidikan bisa menjadi insan BUMN berkualitas yang dapat memajukan bangsa.

Baca juga: Pusdikzi: Pelatihan bela negara kuatkan nasionalisme

Baca juga: Pelatihan bela negara jadi wadah pembentuk karakter berintegritas

Baca juga: BP BUMN soroti pentingnya pembinaan talenta muda di perusahaan BUMN

Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.