Beijing (ANTARA) - Kepolisian China telah menangkap lebih dari 880 buronan kasus kejahatan ekonomi yang melarikan diri ke luar negeri, termasuk 38 individu yang tercatat dalam daftar buronan Red Notice Interpol.
Penangkapan para buronan tersebut dilakukan sejak 2025 hingga akhir April 2026 dalam operasi "Fox Hunt" China, kampanye khusus yang menargetkan buronan kasus kejahatan ekonomi yang melarikan diri ke luar negeri, kata Hua Liebing, direktur biro investigasi kejahatan ekonomi kementerian tersebut, saat berbicara dalam konferensi pers, Rabu (20/5).
Dalam periode yang sama, kepolisian China juga berhasil menyelesaikan 128.000 kasus kejahatan ekonomi di seluruh negeri, memulihkan kerugian ekonomi senilai 37,5 miliar yuan (1 yuan = Rp2.604), imbuh Hua.
Kepolisian China juga menyelesaikan lebih dari 1.600 kasus dan membongkar lebih dari 100 jaringan underground banking lintas regional dalam operasi pemberantasan penggunaan perusahaan offshore dan bank underground untuk memindahkan dana ilegal ke luar negeri.
Sementara itu, kementerian tersebut merilis 20 kasus kejahatan ekonomi khusus yang telah ditangani kepolisian sejak 2025, mencakup bidang-bidang seperti operasi bisnis ilegal, pencucian uang, dan pemalsuan mata uang.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.