Jakarta (ANTARA) - Pameran Impor dan Ekspor Tiongkok (Canton Fair) ke-139 resmi ditutup di Guangzhou pada Selasa (5/5) dengan mencatat kehadiran 314 ribu pembeli mancanegara dari 220 negara dan wilayah.
"Untuk membersihkan satu gedung tinggi, metode tradisional membutuhkan 20 ton air, sementara kami hanya membutuhkan 1 ton,” ujar Wakil General Manager Guangzhou Lingdu Intelligent Technology Development Co., Ltd., Huang Jian, saat memperkenalkan robot pembersih fasad gedung "Lingkong K3".
Canton Fair ke-139 menjadi pameran pertama yang digelar pada tahun pembuka periode Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok. Penyelenggara menyebut capaian pameran kali ini ditopang oleh skala penyelenggaraan yang besar, antusiasme peserta yang tinggi, serta peningkatan penampilan produk manufaktur berbasis inovasi.
Pameran tersebut digelar di area seluas 1,55 juta meter persegi, dengan total 75.700 stan dan lebih dari 32 ribu perusahaan peserta. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.900 perusahaan tercatat baru pertama kali berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Selain itu, Canton Fair juga mencatat peningkatan jumlah pembeli dari pasar tradisional, sementara partisipasi pelaku usaha dari negara-negara mitra kerja sama Belt and Road disebut tetap stabil. Penyelenggara menilai hal tersebut mencerminkan perluasan jejaring perdagangan global yang masih berlangsung di tengah tantangan ekonomi internasional.
Produk "baru, hijau, dan cerdas"

Produk bertema “baru, hijau, dan cerdas” menjadi salah satu daya tarik utama dalam penyelenggaraan pameran. Huang menjelaskan robot pembersih fasad gedung yang diperkenalkan perusahaannya memiliki efisiensi kerja lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tenaga manusia. Ia menyebut produk tersebut mampu menghemat penggunaan air hingga 95 persen.
Robot tersebut dirancang untuk menggantikan pekerjaan berisiko tinggi di ketinggian sekaligus menjawab kebutuhan global terhadap solusi rendah karbon. Huang mengatakan penggunaan robot juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada metode pembersihan tradisional yang membutuhkan sumber daya besar.
Selain robot pembersih fasad gedung, perusahaan itu juga meluncurkan alat pembersih kaca rumah tangga "Xiaofeixia X1". Huang menyebut produk tersebut mencatat penjualan harian stabil di kisaran 100 unit selama pameran berlangsung. Pembeli dari Timur Tengah dan Asia Tenggara disebut melakukan pemesanan langsung di lokasi, bahkan unit sampel sempat habis terjual.

Di area peralatan rumah tangga pintar, produsen AC Chigo memperkenalkan produk AC berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dibekali empat fungsi utama, yaitu suara berbasis AI, mode senyap AI, penghematan daya AI, serta mode tidur AI. Produk tersebut menjadi salah satu yang menarik perhatian pengunjung sejak diperkenalkan.
Menurut informasi yang diperoleh dari peserta pameran, perangkat itu mampu mendeteksi suhu dan kelembapan di dalam maupun luar ruangan. Selain itu, perangkat juga dapat mendeteksi aktivitas orang di dalam ruangan melalui radar gelombang milimeter.
Dengan dukungan algoritma AI, perangkat tersebut dapat menyesuaikan mode pengoperasian secara mandiri sesuai kondisi lingkungan. Perusahaan mengklaim penggunaan teknologi tersebut dapat menghemat konsumsi listrik hingga 30 persen dibandingkan AC konvensional
Penerapan AI tidak hanya terlihat pada produk yang dipamerkan, tetapi juga pada layanan pendukung penyelenggaraan Canton Fair. Penyelenggara menyediakan layanan pencarian dan navigasi cerdas melalui aplikasi resmi Canton Fair untuk membantu pengunjung menemukan lokasi stan peserta pameran.
Di tengah padatnya pengunjung, seorang pelaku usaha asal Indonesia bernama Said disebut memanfaatkan fitur navigasi cerdas tersebut untuk menemukan stan AC Chigo dalam waktu singkat. Melalui fitur penerjemahan AI dan pencatatan cerdas, ia juga dapat bernegosiasi dengan pihak perusahaan secara lebih efisien hingga akhirnya menyampaikan minat awal untuk melakukan pembelian.
Di sisi lain, penyelenggara menilai dinamika perdagangan internasional saat ini masih menghadirkan tantangan bagi pelaku usaha. Restrukturisasi rantai pasok global, fluktuasi harga energi, serta berlanjutnya konflik regional disebut menciptakan ketidakpastian bagi sektor perdagangan luar negeri.
Sebagai provinsi dengan nilai perdagangan luar negeri terbesar di Tiongkok, Guangdong dinilai menghadapi tekanan tersebut secara langsung. Canton Fair ke-139 disebut menjadi salah satu wadah penting bagi perusahaan-perusahaan di wilayah itu untuk mencari terobosan pasar dan memperluas jaringan bisnis.
Pameran tersebut juga memperlihatkan langkah perusahaan-perusahaan Guangdong dalam menyesuaikan diri dengan perubahan pasar global melalui inovasi produk dan penguatan strategi ekspor.

Selama ini, Canton Fair dikenal sebagai salah satu platform yang mempertemukan produsen dan pembeli dari berbagai negara. Penyelenggara menyebut ajang tersebut terus mengoptimalkan layanan serta membangun sistem penghubung bisnis yang lebih efisien bagi pelaku usaha global.
Salah satu peserta baru pada Canton Fair kali ini adalah Zhongshen Technology (Guangzhou) Co., Ltd. Perusahaan itu membawa mesin gelato bergaya Italia dan mobil es krim keliling. Produk tersebut menarik minat pembeli karena dinilai menawarkan pengalaman penggunaan yang praktis serta desain tampilan yang menarik.
Perusahaan itu mengklaim memperoleh pesanan indikatif lebih dari 100.000 dolar AS dalam dua hari pertama penyelenggaraan. "Canton Fair merupakan platform yang sangat baik bagi kami untuk mengembangkan pasar luar negeri. Melalui pameran ini, kami tidak hanya dapat terhubung langsung dengan pelanggan akhir, tetapi juga memahami tren konsumsi terbaru di pasar global," ujar penanggung jawab perusahaan tersebut.
Ia menambahkan sejumlah pembeli dari Eropa dan Asia Tenggara juga telah membuat janji untuk mengunjungi pabrik. Langkah itu disebut dapat menjadi dasar pembahasan kerja sama jangka panjang ke depan.
Kisah kerja sama lintas batas juga terlihat dari partisipasi perusahaan asal Indonesia. Kawan Lama Group, salah satu raksasa ritel Indonesia, tercatat telah berpartisipasi dalam Canton Fair sejak 1995.
Direktur Pengadaan Kawan Lama Group Zhu Zhiwei mengatakan pameran tersebut memberikan kemudahan dalam proses pengadaan barang karena berbagai kategori produk tersedia dalam satu lokasi.
"Mulai dari barang kecil seperti sikat gigi hingga barang besar seperti mobil, di sini Anda dapat memenuhi berbagai kebutuhan pengadaan dalam satu tempat," kata Zhu.
Ia menyebut beragam produk asal Tiongkok telah masuk dalam katalog pengadaan Kawan Lama Group dan kemudian dipasarkan di Indonesia. Dalam dua tahun terakhir, Kawan Lama Group juga tidak hanya membeli produk, tetapi mulai memanfaatkan layanan tambahan yang tersedia di Canton Fair.
Menurut Zhu, perusahaan Indonesia itu melihat kemampuan desain dan perancangan strategis dari perusahaan-perusahaan Tiongkok yang semakin kuat. Hal tersebut mendorong kerja sama dengan sejumlah perusahaan, termasuk Guangzhou Light Holdings Limited dan Sino-Dutch Orange Brand Management Co., Ltd.

Kerja sama tersebut disebut membantu peningkatan strategi merek, desain produk, desain kemasan, serta layanan bernilai tambah lainnya. Zhu menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat daya saing di pasar domestik maupun regional.
Di sisi lain, pihak Chigo menyebut perusahaan tersebut telah berkiprah di pasar luar negeri selama 27 tahun. Perusahaan mengklaim telah membangun jaringan penjualan yang mencakup lebih dari 180 negara dan wilayah.
Perusahaan itu juga menyatakan telah mengembangkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar di berbagai kawasan. Pada Canton Fair kali ini, Chigo mengklaim memperoleh pesanan indikatif dari pasar Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara, serta sejumlah kawasan lain.
Capaian tersebut disebut melanjutkan momentum penjualan luar negeri pada kuartal pertama tahun ini yang tumbuh lebih dari 35 persen secara tahunan. Perusahaan menilai strategi ekspansi global dan inovasi teknologi menjadi faktor yang membantu mereka menahan dampak fluktuasi pasar internasional.
Selain pasar tradisional, penyelenggara juga mencatat meningkatnya kontribusi pasar berkembang. Jumlah mitra kerja sama dari negara-negara Belt and Road disebut terus bertambah selama pameran berlangsung.
Pasar berkembang seperti Brasil, Arab Saudi, dan Rusia disebut menjadi sumber utama pesanan baru. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kecenderungan diversifikasi pasar ekspor bagi pelaku usaha di Guangdong untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.
Fernandes, pelaku usaha asal Brasil yang telah mengikuti Canton Fair selama 19 tahun berturut-turut, mengatakan pameran tersebut selalu menghadirkan tren baru setiap tahun, terutama dari sisi inovasi perusahaan-perusahaan Tiongkok.
“Setiap tahun, Canton Fair selalu menghadirkan tren baru. Terutama inovasi perusahaan-perusahaan Tiongkok, yang membuat kami terus tertarik datang ke sini untuk mencari peluang,” ujarnya.
Penyelenggara menilai hasil Canton Fair ke-139 menunjukkan daya tahan perdagangan luar negeri Tiongkok di tengah dinamika ekonomi global. Pameran tersebut juga dinilai memperlihatkan kepercayaan diri industri manufaktur Tiongkok dalam mendorong keterbukaan perdagangan serta memperluas kerja sama dengan pasar internasional.
Editor: Sri Haryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.