Jakarta (ANTARA) - Dewan Pengurus Pusat Persatuan Peternak Bebek Nasional (DPP PPBN) menitipkan telur bebek untuk Presiden Prabowo Subianto dan Badan Gizi Nasional (BGN) ke Komisi IX DPR RI sebagai simbol aspirasi peternak rakyat.

Dikutip dari keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu, kegiatan itu dilakukan usai DPP PPBN melaksanakan audiensi bersama Komisi IX DPR RI pada Senin (18/5) untuk menyampaikan persoalan anjloknya harga telur bebek dan lemahnya serapan hasil peternak rakyat di tengah berjalannya program MBG.

Ketua Umum DPP PPBN Mohammad Rosul mengatakan kondisi peternak bebek rakyat saat ini semakin tertekan akibat oversupply telur yang tidak diimbangi penyerapan pasar.

"Kami menitipkan telur asin ke Komisi IX DPR RI agar Presiden dan BGN tahu bahwa serapan hasil peternak rakyat, khususnya peternak bebek, yang semakin ke sini semakin memburuk. Padahal, program prioritas pemerintah Makan Bergizi Gratis terus berjalan, tetapi tidak menyerap ke peternak rakyat seperti kami," katanya.

Ia mengungkapkan produksi telur bebek di berbagai daerah terus tinggi, terutama di Pulau Jawa. Namun, kondisi tersebut justru memicu penurunan harga yang merugikan peternak.

"Di lapangan hasil panen telur sangat tinggi. Di Pulau Jawa saja hasil panen telur bebek di angka 30 juta butir telur per bulan. Anehnya, oversupply terjadi dan otomatis harga telur nge-drop, jauh dari HPP (harga pokok produksi)," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PPBN Hibban meminta Komisi IX DPR RI segera menindaklanjuti aspirasi peternak kepada pemerintah pusat dan BGN.

"Kami tunggu komitmen Komisi IX DPR RI menyampaikan aspirasi PPBN ke Presiden dan Kepala BGN. Jangan sampai semua hasil panen peternak rakyat membusuk. Kami tak bisa menunggu lama," katanya.

Asosiasi itu mengharapkan pemerintah melalui program MBG dapat lebih berpihak kepada peternak rakyat dengan menyerap hasil produksi telur bebek nasional secara berkelanjutan sehingga harga di tingkat peternak kembali stabil dan peternak tidak terus mengalami kerugian.

Baca juga: Komisi VII teruskan keluhan peternak telur bebek ke pemerintah

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.