Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak kaum muda, terutama mahasiswa untuk ikut mengawal pembangunan bangsa pada momentum Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei.

Ibas, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu mendorong generasi muda untuk aktif mengawasi pemerintahan melalui kritik konstruktif, menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan serta memastikan setiap kebijakan bermuara pada kesejahteraan rakyat.

"Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya soal mempertahankan filosofi bangsa, tetapi bagaimana kita memahami makna pendidikan dan ikut mengawal pembangunan agar tetap mengedepankan persatuan, keadilan, dan kesejahteraan nasional," ucap dia.

Ibas mengatakan tujuan akhir pembangunan negara adalah terciptanya kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan harus mampu menghadirkan kehidupan yang lebih cerdas, terdidik serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maju dan berdaulat.

Menurut dia, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Ia mengingatkan bahwa pendidikan sejati tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan moral dan kepribadian.

"Kalian harus menjadi kompas moral bagi diri sendiri. Pendidikan yang sejati adalah pendidikan yang membentuk manusia bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan perilaku," katanya.

Selain mengawal pembangunan, dia juga mendorong generasi muda untuk hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa. Mahasiswa diminta untuk ikut menjadi penggerak dan penjernih informasi di tengah masyarakat.

"Negara ini terlalu luas untuk diurus satu golongan, kita hanya bisa maju jika berjalan bersama," ucap Ibas.

Dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional 2026, Ibas pada Senin (18/5) menjadi pembicara kunci dalam seminar kebangsaan bertajuk "Belajar Now, Aksi Esok, Ukir Great Future: Generasi Emas Bangun Bangsa".

Seminar tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Institut Studi Islam Muhammadiyah (Isimu) Pacitan, Universitas Indonesia, Universitas Pertahanan, Universitas Islam Negeri Jakarta, dan Universitas Negeri Jakarta.

Baca juga: Ibas berkomitmen kawal regulasi ketenagakerjaan berpihak kepada rakyat

Baca juga: Pimpinan MPR ajak pesantren perkuat akhlak dan ilmu teknologi

Baca juga: Ibas: Ekonomi kreatif jadi mesin pertumbuhan baru di daerah

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.