Medan (ANTARA) - Pos SAR Danau Toba bersama tim SAR gabungan kembali menemukan korban kedua bencana tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Wek I, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (18/5).

"Korban kedua atas nama Sariman Gulo ditemukan pada hari ini pukul 09.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia," ujar Kepala Kantor Basarnas Kelas A Medan Hery Marantika dalam keterangan resmi yang diterima di Medan, Rabu.

Baca juga: BNPB pastikan tim SAR intensifkan pencarian korban longsor di Tapsel

Ia mengatakan korban ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan memperluas area pencarian di sekitar area longsor.

"Sebelumnya korban pertama atas nama Yasine Gulo (43), perempuan, berhasil ditemukan pada Selasa (19/5) pagi dalam keadaan meninggal dunia," kata dia.

Dalam operasi SAR, kata Hery, tim melakukan pencarian terpadu dengan teknik pencarian manual, penggalian material longsor secara bertahap menggunakan alat berat, serta penyisiran pada titik-titik yang dicurigai berdasarkan informasi masyarakat dan analisa tim di lapangan.

Ia mengatakan korban kedua berhasil ditemukan setelah tim melakukan penggalian dan penyisiran lanjutan pada sektor prioritas pencarian.

"Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman," kata dia.

Atas peristiwa nahas tersebut, pihaknya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Baca juga: 83 personel Brimob Sumut bantu bersihkan pemukiman Tapsel pasca-banjir

Baca juga: Tim gabungan evakuasi korban longsor proyek PLTA di Tapanuli Selatan

Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian yang melibatkan Pos SAR Danau Toba, Pos SAR Sibolga, BPBD Tapanuli Selatan, TNI-Polri, PT AR Martabe.

"Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR bencana tanah longsor di Kecamatan Batangtoru resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke satuannya masing-masing," ujarnya.

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.