China dan Amerika Serikat akan menggelar pembicaraan soal pengurangan tarif timbal balik terhadap barang senilai sedikitnya 30 miliar dolar AS (Rp529 triliun) bagi masing-masing pihak, menurut Kementerian Perdagangan China pada Rabu.
"Dalam kerangka Dewan Perdagangan, kedua pihak sepakat untuk membahas perjanjian kerangka mengenai pengurangan tarif timbal balik pada produk dengan volume serupa, senilai 30 miliar dolar AS atau lebih untuk masing-masing pihak," menurut pernyataan tersebut.
Barang-barang yang menjadi kepentingan bersama, lanjut pernyataan tersebut, akan diterapkan tarif berdasarkan perlakuan most-favored nation (MFN) atau lebih rendah.
Baca juga: Taiwan minta AS tetap lanjutkan penjualan senjata
Menurut Kementerian Perdagangan China, implementasi kesepakatan tersebut tidak hanya akan membantu menstabilkan dan memperluas perdagangan bilateral antara China dan AS, tetapi juga menjadi contoh kerja sama global secara terbuka.
Delegasi perdagangan dan ekonomi kedua negara juga akan terus menjaga komunikasi erat, menyepakati langkah-langkah konkret, serta segera memulai implementasinya.
Perkembangan itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke China dalam sembilan tahun terakhir, pada 13-15 Mei lalu, yang bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: China akan beli pesawat dan mesin pesawat Amerika Serikat
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.