Moskow (ANTARA) - Rusia dan China menyerukan pihak-pihak yang bertikai di Timur Tengah untuk bernegosiasi, menurut pernyataan bersama setelah pembicaraan di Beijing pada Rabu.

"Para pihak sepakat serangan militer AS dan Israel terhadap Iran melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar hubungan internasional, serta secara serius merusak stabilitas di Timur Tengah," demikian bunyi deklarasi tersebut.

Dokumen tersebut juga menyebutkan Rusia dan China menekankan perlunya pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk kembali berdialog dan bernegosiasi sesegera mungkin guna mencegah perluasan zona konflik.

Selain itu, Rusia dan China juga mendukung gencatan senjata yang berkelanjutan di Jalur Gaza.

Baca juga: Rusia dan China dukung perdamaian berkelanjutan di Ukraina

Sementara itu, pernyataan bersama kedua negara tersebut juga berisi soal penguatan lebih lanjut kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis dalam memperdalam hubungan bertetangga baik, persahabatan, dan kerja sama bilateral.

Rusia dan China juga menegaskan keberlanjutan perjanjian itu dan akan terus mematuhi dokumen tersebut secara ketat. Prinsip-prinsip yang tercantum dalam perjanjian, masih menurut pernyataan itu, telah diuji oleh waktu dan tetap relevan dengan kondisi saat ini.

Hubungan Rusia dan China tidak berbasis blok maupun konfrontatif, serta tidak menentang terhadap negara ketiga.

Disebutkan pula bahwa hubungan kedua negara itu dikembangkan berdasarkan penghormatan terhadap hak cipta dan prinsip yang tidak mencampuradukkan urusan dalam negeri masing-masing.

Pernyataan bersama itu menambahkan hubungan bilateral Rusia dan China telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah dan akan terus berkembang secara stabil.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: China-Rusia sepakat perpanjang "Perjanjian Bertetangga Baik"

Baca juga: Pakta persahabatan Rusia-China jadi fondasi hubungan modern

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.