Moskow (ANTARA) - Rusia dan China menyoroti konsekuensi negatif serius terhadap keamanan internasional terkait proyek Golden Dome milik Amerika Serikat (AS), sebagaimana tercantum dalam deklarasi bersama kedua negara setelah perundingan berlangsung di Beijing, Rabu.

“Kedua pihak meyakini bahwa proyek Golden Dome Amerika Serikat menimbulkan ancaman nyata terhadap stabilitas strategis, yang bertujuan membangun sistem pertahanan rudal global tanpa batas, berlapis, multitingkat, dan multidimensi untuk menghadapi segala jenis senjata rudal, termasuk seluruh jenis rudal milik ‘lawan sepadan’ pada seluruh tahap penerbangan maupun sebelum peluncuran,” demikian isi pernyataan tersebut.

Rusia dan China juga menyeru AS agar bekerja dengan itikad baik guna menciptakan kondisi yang mendukung penguatan stabilitas strategis global.

Kedua negara turut menyampaikan penyesalan bahwa setelah berakhirnya Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis Baru atau New START, kebijakan AS yang dinilai tidak bertanggung jawab telah menghambat upaya mempertahankan warisan perjanjian tersebut.

Perjanjian New START merupakan kesepakatan pengendalian senjata nuklir antara Rusia dan AS yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis kedua negara.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: AS siap aktifkan kembali kemampuan nuklir B-52 usai New START berakhir

Baca juga: Lavrov: Rusia pantau langkah AS usai traktat nuklir New START berakhir

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.