Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pedagang di kawasan Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan mengaku pendapatan mereka menurun sejak kebakaran melanda area tersebut pada 2025 sehingga aktivitas jual beli dilakukan di lapak sementara.

“Kalau dulu orang nyaman belanja. Sekarang panas, seadanya. Pembeli tetap ada, tapi jauh berkurang,” kata Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun saat ditemui di Pasar Taman Puring, Jakarta, Rabu.

Asmun mengatakan kondisi pasca kebakaran membuat jumlah pembeli berkurang drastis dibanding saat pasar masih berdiri normal.

Dirinya yang telah lebih dari dua dekade berdagang pakaian di Pasar Taman Puring mengaku penghasilannya kini merosot tajam.

Dari yang sebelumnya bisa mencapai sekitar Rp2 juta per bulan, kini pendapatannya hanya berkisar Rp1,5 juta per bulan, bahkan kurang.

“Itu pun cuma cukup buat makan sehari-hari. Anak saya tiga, semuanya masih sekolah,” katanya.

Pedagang Lapak Taman Puring, Soleh memberikan keterangan kepada wartawan, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Keluhan serupa disampaikan pedagang sepatu olahraga, Soleh, yang juga telah berdagang lebih dari 20 tahun di kawasan tersebut.

Soleh mengatakan kondisi berdagang setelah kebakaran jauh berbeda karena pedagang kini hanya berjualan dengan fasilitas seadanya dan tidak dapat membawa banyak stok barang.

“Kalau untuk pendapatan yang jelas berbeda. Karena kita berjualan di sini kan seadanya, ya kan, nggak bisa membawa stok banyak. Tapi masih bisalah untuk menyambung hidup gitu," kata Soleh.

Menurut dia, kondisi lapak sementara membuat aktivitas perdagangan tidak stabil karena pembeli datang tidak menentu.

Soleh mengatakan harga sepatu yang dijualnya berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per pasang dengan keuntungan yang tidak menentu.

“Kalau keuntungan itu relatif, kadang kita kalau nggak laku ya untung Rp10 ribu dikasih,” ujarnya.

Dalam kondisi ramai, Soleh mengaku bisa menjual hingga 20 pasang sepatu per hari, namun hal tersebut tidak terjadi setiap hari karena bergantung pada jumlah pembeli yang datang.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyetujui usulan Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar untuk membangun taman disabilitas di Taman Puring, Jakarta Selatan.

Dia pun meminta agar surat pengajuan pembangunan taman disabilitas tersebut diajukan sebelum 1 Juni 2026.

Selain itu, dia juga berpesan kepada Asisten Pembangunan DKI Jakarta untuk mengalokasikan pembangunan taman tersebut sehingga dapat segera dibangun.

Baca juga: Pedagang Taman Puring tolak rencana Pemkot Jaksel bangun taman difabel

Baca juga: Setelah terbakar, DKI diminta perhatikan pedagang Pasar Taman Puring

Baca juga: Pramono setujui usulan pembangunan taman disabilitas di Taman Puring

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.