Jakarta (ANTARA) - Produser dan pemilik rumah produksi Sarang Semut Production Irham Acho Bachtiar mengusulkan film yang sudah lolos Lembaga Sensor Film (LSF) seharusnya sudah memiliki standar untuk layak tayang dan memiliki akses layar di jaringan bioskop Indonesia sebagai upaya pemerataan penayangan film di seluruh Indonesia yang adil.

“Saya mengusulkan agar setiap film yang sudah melewati tahap sensor, lembaga sensor film adalah layak tayang seharusnya. Tidak ada alasan untuk menolak. Dan seharusnya nomor antrian LSF itu dijadikan nomor antrian tayang,” kata Irham dalam RDP Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Baca juga: DKI Jakarta jajaki kerja sama investasi film dengan Goldfinch

Baca juga: Rano sebut sinergi dengan BI DKI perkuat ekosistem film

Irham mengatakan seringkali rumah produksi besar sudah dapat jadwal tayang di layar bioskop meskipun belum memulai proses syuting. Seharusnya film yang sudah jadi dan sudah melewati tahap sensor yang bisa mendapatkan akses layar sehingga distribusi film di Indonesia adil dan merata.

Selain itu Irham juga menyoroti perlu adanya transparansi berupa masukan atau penjelasan mengapa film belum layak mendapatkan jatah layar dari pihak bioskop yang perlu disampaikan kepada pihak rumah produksi.

“Jika sebuah film tidak memenuhi standarisasi tayang, harusnya diberikan kejelasan. Apakah produk itu ditolakkah, atau mau direvisi. Jadi jangan biarkan mereka menunggu bertahun-tahun. Rugi, kasian,” kata Irham.​​​​​​​

Irham juga mengatakan pemerintah perlu menyiapkan regulasi terkait akses minimal 100 layar kepada rumah produksi yang akan menayangkan film yang layak dan terstandarisasi.

Ia juga meyakinkan PH dari daerah juga memiliki standar dan kualitas yang baik sehingga layak disandingkan dengan film berbiaya besar.

Baca juga: Rumah produksi di daerah harapkan aturan penayangan film di bioskop

Baca juga: Kualitas naskah berperan besar pada kesuksesan film RI, menurut Menbud

Baca juga: Kementerian UMKM catat 1.219 usaha bermitra dengan perusahaan besar

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.