Moskow (ANTARA) - Rusia dan China mengecam inisiatif yang melibatkan pemblokiran, pembekuan, atau penyitaan aset serta properti milik negara asing dalam pernyataan bersama yang dirilis Rabu.
“Para pihak mengecam inisiatif terkait pemblokiran, pembekuan, atau penyitaan aset dan properti negara asing serta menegaskan hak mereka untuk mengambil langkah balasan sesuai norma hukum internasional,” demikian isi pernyataan tentang penguatan lebih lanjut kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis Rusia-China.
Dalam pernyataan itu, kedua negara juga menyerukan penghapusan langkah koersif sepihak yang dinilai melanggar hukum internasional dan tujuan Piagam PBB itu.
Rusia dan China menegaskan pentingnya penghormatan terhadap tujuan dan prinsip Piagam PBB, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah seluruh negara.
Kedua negara juga menentang tindakan yang merugikan kepentingan mendasar negara lain, khususnya di bidang keamanan.
Dokumen tersebut turut menekankan komitmen Rusia dan China untuk menyelesaikan perbedaan secara damai melalui dialog dan konsultasi berdasarkan prinsip kesetaraan dan keamanan yang tidak terpisahkan.
Selain itu, kedua negara juga menyatakan penolakan tegas terhadap penggunaan sanksi sepihak, pembatasan sekunder, dan praktik perdagangan yang menghambat lainnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di China pada 19 Mei untuk kunjungan resmi. Pada Rabu, Putin menggelar pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping di Balai Agung Rakyat di Beijing.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Putin harap kerja sama pendidikan dengan China tak terbatas
Baca juga: China-Rusia sepakat perpanjang "Perjanjian Bertetangga Baik"
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.