Jakarta (ANTARA) - Aktris Karina Moudy mengemukakan bahwa muatan budaya menghadirkan daya tarik luar biasa pada film "Sekawan Limo 2: Gunung Klawih" garapan sutradara Bayu Skak.
Dalam konferensi pers tentang pemutaran film di Jakarta Selatan, Rabu, Karina menyebut penggunaan bahasa Jawa dalam hampir seluruh adegan film sebagai kekuatan "Sekawan Limo 2: Gunung Klawih."
"Saya kan Puteri Indonesia Pariwisata, jadi erat kaitannya dengan budaya. Film ini membawa budaya Indonesia dengan menjadi salah satu film yang secara total berbahasa Jawa, itu menjadikan daya tariknya luar biasa," kata Karina, yang menandai debut aktif dalam film layar lebar dengan perannya di "Sekawan Limo 2: Gunung Klawih."
Karina berharap bahasa dan budaya lokal lebih banyak diangkat dalam proyek-proyek film berikutnya.
Penampilan bahasa, tradisi, dan budaya lokal dalam film diharapkan dapat mendorong perkembangan industri kreatif dan pariwisata daerah.
"Harapannya, seperti cita-citanya Mas Bayu, ini bisa memajukan pariwisata Indonesia, dari daerah untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia," kata Karina.
Baca juga: Stanley Hao belajar bahasa Mandarin untuk perannya di "Sekawan Limo 2"
Karina mengaku belajar banyak dari perannya dalam film horor komedi "Sekawan Limo 2: Gunung Klawih", yang dijadwalkan ditayangkan di bioskop mulai 27 Mei 2026.
"Tidak bisa sesuatu diraih dengan instan. Karena sesuatu yang instan akan berujung petaka pada akhirnya. Jadi nikmati lah prosesnya," kata Karina.
"Jadi di sini tuh saya bener-bener diingatkan. Waktu saya casting, waktu saya syuting, itu ya benar-benar kayak dapat kalau itu ternyata yang membuat saya sampai di sini sekarang," katanya.
Baca juga: Sutradara Bayu Skak apresiasi dukungan pemerintah dalam produksi film
Baca juga: Rumah produksi di daerah harapkan aturan penayangan film di bioskop
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.