lahirnya I-CHIP bukan sekadar pembentukan lembaga baru, melainkan bagian dari kebangkitan intelektual dan moral kampus dalam mengawal masa depan bangsa.

Makassar (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi mendirikan "Indonesian Center for Health Evidence-Informed Policy" (I-CHIP), pusat studi transdisiplin yang didedikasikan memperkuat kebijakan kesehatan nasional berbasis bukti ilmiah, integritas moral, dan keadilan sosial di momen Hari Kebangkitan Nasional (HKB).

"Hari Kebangkitan Nasional ini mengajarkan kepada kita bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dibangun di atas ilmu pengetahuan, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat. I-CHIP hadir sebagai manifestasi dari semangat tersebut," kata Rektor UMJ Ma'mun Murod Al Barbasy melalui siaran persnya diterima, Rabu.

Ia menyampaikan, lahirnya I-CHIP bukan sekadar pembentukan lembaga baru, melainkan bagian dari kebangkitan intelektual dan moral kampus dalam mengawal masa depan bangsa.

"UMJ ingin memastikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi menara akademik, tetapi juga menjadi pusat solusi bagi persoalan bangsa,” ujar Rektor UMJ.

Ma'mun menegaskan, I-CHIP akan dikembangkan sebagai pusat studi tingkat universitas yang bersifat kolaboratif, melibatkan berbagai disiplin ilmu, jejaring nasional, dan mitra strategis lintas institusi.

Pendirian I-CHIP tersebut menjadi bagian dari ikhtiar UMJ untuk menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan besar kesehatan secara nasional.

Mulai dari transformasi layanan kesehatan primer, pembiayaan kesehatan yang adil, ketahanan kesehatan menghadapi perubahan iklim, hingga penguatan kemandirian farmasi dan alat kesehatan nasional.

Direktur I-CHIP UMJ Arief Rosyid Hasan, mengemukakan, I-CHIP lahir dari kegelisahan akademik sekaligus panggilan moral agar kebijakan kesehatan di Indonesia tidak kehilangan arah keadilan sosial.

"Kami percaya, kebijakan kesehatan tidak boleh didorong oleh kepentingan pasar atau politik jangka pendek. Kebijakan harus dibangun di atas bukti ilmiah yang kuat dan berpihak kepada masyarakat luas utamanya kelompok rentan. I-CHIP ingin menjadi jembatan antara sains, negara, dan kemaslahatan publik, ujarnya.

I-CHIP ini mengusung spirit Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, khususnya nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, yang menempatkan ilmu pengetahuan sebagai instrumen pembelaan terhadap kaum mustadh’afin.

"Kalau dahulu Kyai Ahmad Dahlan menerjemahkan Surah Al-Ma’un melalui aksi sosial, maka hari ini kita menerjemahkannya melalui data, riset, dan kebijakan publik. I-CHIP adalah Al-Ma’un dalam bentuk sains kebijakan," paparnya menambahkan.

Ke depan, I-CHIP berfokus pada pengembangan policy brief, policy modelling, riset spasial kesehatan, survei nasional, penguatan transformasi layanan kesehatan berbasis AI dan big data, hingga konsorsium lintas kampus dan lembaga strategis nasional serta motor kebangkitan kebijakan kesehatan menuju Indonesia Emas 2045.

Pendirian I-CHIP dihadiri pejabat Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan Asnawi Abdullah, Guru Besar Kesehatan Masyarakat Abdul Razak Thaha, sejumlah profesor, jajaran pejabat UMJ, peneliti muda, serta kalangan profesional di bidang kesehatan dan kebijakan publik.

Baca juga: Mendes Yandri ajak UMJ berkolaborasi bangun desa

Baca juga: Rektor UMJ serukan pentingnya dakwah kultural di negara demokrasi

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.