...Akibat cuaca ekstrem, sehingga menyebabkan abrasi pantai dan banjir rob atau pasang purnama
Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan sebanyak 11 desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Aceh Utara dilanda banjir rob hingga abrasi pantai sejak pekan lalu dan terus meluas hingga hari ini.
"Akibat cuaca ekstrem, sehingga menyebabkan abrasi pantai dan banjir rob atau pasang purnama," kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti dalam laporannya, di Banda Aceh, Kamis.
Dirinya menyebutkan, adapun daerah yang terkena banjir rob serta abrasi pantai tersebut yakni, di Kecamatan Lapang tiga desa yaitu Gampong Kuala Cangkoi, Matang Baroh dan Kuala Keureuto.
Kemudian, di Kecamatan Seunuddon Gampong Kuala Lhok Puuk. Kecamatan Samudera di Gampong Kuala Sawang dan Blang Nibong.
Lalu, di Kecamatan Dewantara dua desa yaitu Gampong Glumpang Sulu Timu dan Bluka Teubai, dan tiga desa di Kecamatan Muara Batu, yakni Gampong Bungkaih, Cot Seurani dan Meunasah Drang.
Bahron mengatakan, hingga update terkini, banjir rob masih menggenangi sebagian rumah warga di sana, hingga merendam badan jalan dan area persawahan masyarakat sekitar.
"Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, daerah ini hampir setiap tahun diterjang gelombang tinggi, masyarakat harus tetap waspada," ujarnya.
Dalam bencana ini, sebanyak 179 kepala keluarga (KK) dari tiga desa di Kecamatan Lapang mengungsi ke rumah kerabat, yakni Gampong Kuala Cangkoi 56 KK, Matang Baroh 103 KK, dan Kuala Keureuto sekitar 20 KK.
Hingga saat ini, banjir rob atau pasang surut air terus terjadi, dan air masih menggenangi sebagian rumah warga serta hunian sementara (Huntara). "BPBD Kabupaten Aceh Utara telah menyiagakan tim TRC di lapangan dan berkoordinasi dengan Muspika," demikian Bahron Bakti.
Baca juga: BNPB pastikan tim SAR intensifkan pencarian korban longsor di Tapsel
Baca juga: BNPB: Petugas masih bersiaga evakuasi warga dari banjir di Pasuruan
Baca juga: BNPB paparkan dampak & penanganan bencana gelombang pasang di Minahasa
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.