Jakarta (ANTARA) - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan pihaknya menerjunkan ratusan personel untuk memastikan pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar Forum Komunikasi Ojol Tertindas (FORKOT) berjalan aman, kondusif dan humanis.
"Kami hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan aman, tertib dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya," kata Reynold di Jakarta, Kamis.
Reynold menegaskan seluruh personel diminta mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis selama pengamanan berlangsung.
Ia memastikan situasi di sekitar lokasi terpantau aman dan terkendali. Polisi juga melakukan pengaturan lalu lintas untuk meminimalisasi kepadatan kendaraan di sekitar kawasan Monas.
"Kami mengedepankan pendekatan humanis kepada seluruh peserta aksi. Silakan menyampaikan aspirasi dengan tertib sesuai aturan yang berlaku sehingga situasi tetap aman dan kondusif," ujarnya.
Aksi unjuk rasa diikuti sekitar seratusan peserta itu berlangsung aman dan tertib.
Massa aksi datang dengan membawa mobil komando, spanduk, poster tuntutan serta bendera aliansi.
Dalam aksinya, para pengemudi ojek online menyuarakan tuntutan revisi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 terkait potongan 8 persen dan penolakan status mitra menjadi pekerja serta mendorong penguatan regulasi perlindungan mitra ojol.
Petugas kepolisian yang berjaga di lokasi juga memberikan pelayanan humanis dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Pejuang Aspirasi, Sampaikan Dengan Tertib, Kami Siap Melayani”.
Baca juga: GoTo dukung penuh arahan pemerintah terkait pembagian komisi ojol
Baca juga: Grab tutup program langganan GrabBike Hemat bagi mitra pengemudi
Baca juga: Kementerian HAM nilai tarif ojol 8 persen perkuat perlindungan pekerja
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.