Tingkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi, serta menjaga moral dan kesehatan selama penugasan
Jakarta (ANTARA) - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melepas 744 personel TNI yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) untuk menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
Dalam siaran pers resmi Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau) yang diterima di Jakarta, Jumat, pelepasan personel dilakukan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5).
Agus mengatakan keterlibatan TNI dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap profesionalisme prajurit Indonesia.
Baca juga: Menko Polkam minta Satgas Konga lebih disiplin dan berlatih keras

Ia meminta para personel menjaga nama baik Indonesia dan Pasukan Garuda selama bertugas dengan menyukseskan misi perdamaian serta mematuhi standar operasional prosedur (SOP).
Panglima TNI juga mengingatkan prajurit untuk mengutamakan keselamatan diri dengan menjalankan tugas sesuai standar keamanan dan prosedur yang berlaku.
“Tingkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi, serta menjaga moral dan kesehatan selama penugasan,” kata Agus dalam siaran pers tersebut.
Baca juga: Panglima: Satgas TNI Konga UNIFIL 2024 bawa nama baik Indonesia
Ia berharap arahan tersebut dapat memotivasi prajurit untuk memberikan kinerja terbaik selama menjalankan misi di Lebanon.
Sebanyak 744 personel Satgas Konga UNIFIL akan bertugas selama satu tahun menggantikan personel sebelumnya yang telah menyelesaikan masa penugasan.
Personel yang diberangkatkan terdiri atas 571 prajurit TNI AD, 79 prajurit TNI AL, 63 prajurit TNI AU, serta 31 personel Mabes TNI.
Baca juga: Satgas TNI di Lebanon beri keris asal Solo ke pemerintahan setempat
Baca juga: Prajurit TNI tergabung UNIFIL jalani latihan antisipasi serangan
Baca juga: Kapuspen soal insiden di Markas UNIFIL: “Flare” bukan mortar
Baca juga: Panglima TNI melepas Satgas maritim TNI ke Lebanon
Pewarta: Walda Marison
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.