Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pemantauan terus dilakukan terhadap wilayah terdampak banjir rob di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya pasang air laut susulan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan fenomena banjir rob terjadi akibat peningkatan muka air laut di muara Sungai Mentaya yang meluap ke kawasan permukiman warga.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi bencana tersebut menyebabkan sedikitnya 13 rumah yang dihuni belasan Kepala Keluarga (KK) terdampak genangan air.
Baca juga: Sungai Mentaya meluap, enam desa di Kotawaringin Timur terendam banjir
Selain rumah warga, banjir rob juga mengakibatkan fasilitas pendidikan dan akses jalan sepanjang sekitar 500 meter ikut terdampak.
Wilayah yang mengalami dampak banjir meliputi Kelurahan Samuda Kota di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Desa Mentawa Baru Hulu di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Abdul Muhari mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen.
Baca juga: BMKG Kotim: Waspadai bencana hidrometeorologi pada pancaroba
Tim tersebut juga melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat dalam mendukung langkah penanganan di lapangan.
BNPB melaporkan sampai dengan Jumat (22/5) siang ini kondisi genangan di wilayah terdampak saat ini mulai berangsur surut seiring menurunnya tinggi muka air.
Meski kondisi berangsur membaik, BNPB menegaskan pemantauan tetap dilakukan secara berkala guna memastikan keselamatan warga serta mengantisipasi perubahan kondisi akibat dinamika pasang air laut.
Baca juga: Curah hujan rendah, BMKG: Waspada karhutla di Kotawaringin Timur
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.