Jakarta (ANTARA) - PT Jakarta OSES Energi (PT JOE), anak usaha PT Jakarta Propertindo (Perseroda), mempertegas langkah penguatan tata kelola Participating Interest (PI) 10 persen di wilayah kerja Offshore-South East Sumatra (OSES).
Komitmen penguatan itu ditegaskan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT JOE dengan Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET), di sela pelaksanaan Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026.
Direktur PT JOE Astar Simorangkir dalam keterangan di Jakarta, Jumat, mengatakan kerja sama ini diarahkan untuk mempercepat penguatan peran perusahaan daerah agar mampu memberi dampak lebih luas terhadap pembangunan wilayah dan ketahanan energi nasional.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas perusahaan pemegang PI 10 persen, membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel, sekaligus mendorong keberlanjutan bisnis perusahaan daerah pengelola PI,” ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan berfokus pada sejumlah agenda utama, mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan tata kelola pengelolaan PI 10 persen, pengembangan kolaborasi antarpengelola PI di berbagai daerah, hingga peningkatan pengetahuan dan pemahaman terkait pengelolaan participating interest.
Tak hanya memperkuat aspek kelembagaan, keikutsertaan PT JOE dalam IPA Convex 2026 juga dimanfaatkan untuk menunjukkan pendekatan perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di wilayah operasional.
Dalam sesi berbagi yang digelar pada IPA Convex 2026, perusahaan memaparkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan di Pulau Sabira dan sejumlah wilayah lain di Kepulauan Seribu.
Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) tersebut menjadi bagian dari mandat perusahaan sebagai pengelola PI 10 persen Wilayah Kerja South-East Sumatra (WK SES) di DKI Jakarta.
Fokusnya tidak hanya pada aspek bisnis dan operasional, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak aktivitas industri.
Empat pilar utama program TJSL yang dipaparkan mencakup penguatan ekonomi lokal melalui dukungan sarana UMKM, peningkatan layanan kesehatan masyarakat termasuk pelaksanaan khitanan massal di Pulau Sabira, pembangunan infrastruktur dasar seperti renovasi masjid dan fasilitas sanitasi, serta penguatan agenda lingkungan melalui pengelolaan sampah dan pelestarian ekosistem laut.
“Program TJSL yang kami laksanakan di Kepulauan Seribu bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud nyata komitmen kami untuk hadir dan bermanfaat bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan aktivitas operasional kami. Melalui IPA Convex 2026 ini, kami ingin berbagi pengalaman sekaligus menginspirasi perusahaan-perusahaan lain untuk menjalankan TJSL yang berdampak nyata,” kata Astar.
PT JOE menyatakan akan terus memperkuat kapasitas perusahaan, berbagi praktik terbaik pengelolaan PI 10 persen, serta memperluas jejaring kolaborasi industri migas nasional.
Baca juga: Jakarta Oses Energi perkuat komitmen pengelolaan dana PI
Baca juga: Jakarta OSES Energi perkuat pariwisata di Kepulauan Seribu
Baca juga: DKI perbarui kerja sama kelistrikan untuk Kepulauan Seribu
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.