Penumpang ini juga salah satu aset yang saat ini sangat-sangat berharga buat kita
Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) menyatakan kerja sama naming rights PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) dapat menjadi titik awal pengembangan stasiun sebagai pusat ekonomi masyarakat.
Kedua perusahaan pelat merah tersebut meresmikan kolaborasi naming rights Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia pagi ini. Sebelumnya, stasiun tersebut bernama Stasiun LRT Dukuh Atas BNI.
“Kami ingin stasiun ini menjadi pusat activity (kegiatan), sehingga banyak potensi yang bisa kita gali dan bisa kita kembangkan,” kata Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa di Jakarta, Jumat.
Ia menuturkan, saat ini pihaknya berupaya untuk menjadikan stasiun sebagai ruang yang nyaman bagi masyarakat untuk berkumpul, menikmati kuliner, hingga membeli keperluan sehari-hari, terutama dengan adanya cabang minimarket di beberapa stasiun, tidak hanya sebagai tempat transit dalam perjalanan.
“Nah, saya yakin (kerja sama) naming rights (hak penamaan) is just starting point (hanya sebuah titik awal) ya,” lanjut dia.
Gede mengatakan, aset KAI tidak hanya terkait bangunan stasiun maupun sarana dan prasarana perkeretaapian lainnya, tapi juga pergerakan dan jalur penumpang.
Pihaknya mencatat setiap tahunnya KRL Commuter mampu melayani hingga 520 juta penumpang, sementara LRT Jabodebek dapat melayani 120 ribu penumpang per hari.
“Penumpang ini juga salah satu aset yang saat ini sangat-sangat berharga buat kita. Makanya kalau ada penumpang tentunya ada ekonomi yang berputar,” ujar Gede.
Kerja sama naming rights antara BSI dengan MITJ di Stasiun LRT Dukuh Atas tersebut merupakan kolaborasi kedua setelah MRT Lebak Bulus.

Senada, Direktur Utama MITJ Fuad IZ Fachroeddin berharap kehadiran BSI tersebut di LRT Dukuh Atas dapat meningkatkan literasi dan inklusi finansial masyarakat, terutama di sektor syariah.
Ia mengatakan, masyarakat dapat berbelanja menggunakan aplikasi BYOND by BSI di berbagai merchant yang ada di stasiun tersebut, maupun bertransaksi melalui ATM BSI yang tersedia.
“Jadi, ini adalah more than just a naming rights (lebih dari sekadar hak penamaan) di dalam stasiun, tetapi sebagai tempat point of transaction (lokasi bertransaksi) dari Bank Syariah Indonesia kepada nasabah,” imbuh Fuad.
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.